Scroll to Top

Lima Duet Tersubur di Europa League

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 15 Mar 2012

Europa League mungkin hanya ajang kelas dua di Eropa. Banyak klub besar yang ditertawakan ketika berlaga di kompetisi ini. Sebutlah nasib yang menimpa Manchester United dan Manchester City. Bahkan, konon Liverpool sengaja tak ngotot meraih kemenangan di laga terakhir Premier League musim lalu agar terhindar dari jebakan sial pertandingan Kamis malam (Jumat di Indonesia) ala Europa League.

Adrian_Falcao

Terlepas dari kontroversi ogah-ogahannya klub kelas utama bermain di Europa League, kompetisi ini sebenarnya tak kalah menarik. Tengoklah bagaimana klub Ukraina seperti Metalist Kharkiv masih beredar di 16 besar. Lihat pula bagaimana Andre Villas-Boas, salah satu pelatih potensial dunia, lahir berkat mereguk gelar Europa League musim lalu.

Kejutan. Itulah yang mewarnai Europa League. Termasuk jika kita melihat daftar duet tersubur di kompetisi ini. Meski ada Antonio di Natale di Udinese, klub Italia malah tidak memasukkan nama para penyerang mereka dalam daftar ini. Meski Athletic Bilbao memiliki penyerang jangkung yang begitu atletis seperti Fernando Llorente, nyatanya nama Bilbao tak ada dalam daftar pula.

  1. Peringkat kelima daftar penyerang tersubur Europa League adalah duet Twente, Luuk de Jong dan Mark Janko. Duet ini sudah menghasilkan 10 gol. Baik de Jong maupun Janko sama-sama mengemas 5 gol. Sayangnya, Janko kini sudah berpindah ke Porto sehingga duet ini tak bisa melanjutkan kerjasama mereka. Plus, klub Belanda ini tengah harap-harap cemas. Mereka akan berhadapan dengan Schalke 04 di Gelsenkirchen esok hari. Andai tersingkir, meski bermodal kemenangan 1-0, tamatlah sudah duet ini.
  2. Peringkat keempat datang dari sesama klub Belanda, PSV Eindhoven. Mereka memasang duo maut, Tim Matavz dan Ola Toivonen. Sama seperti duet sebelumnya, masing-masing membukukan 5 gol. Lagi-lagi keadaan tidak aman untuk duet ini. PSV tertinggal 4-2 di kandang Valencia. Esok hari Stadion Phillips akan menjadi saksi seberapa berbahayanya duet Matavz-Toivonen.
  3. Peringkat ketiga adalah duet Metalist Kharkiv. Klub Ukraina ini memiliki penyerang Jonathan Cristaldo dari Argentina yang bermain bersama striker lokal Marko Devych. Duet ini sudah melahirkan 10 gol. Cristaldo unggul dengan 6 gol, sementara Devic 4. Namun, lagi-lagi peluang duet ini melanjutkan kesuburan di Europa League sangat tipis. Metalist sudah kalah 0-1 di kandang saat melawan Olympiakos. Esok hari, cuma keajaibanlah yang akan menolong duet ini masih beroperasi di Europa League.
  4. Peringkat kedua diduduki oleh alumnus Liga Champions, Valencia. Roberto Soldado sudah menabung 6 gol di Liga Champions sebelumnya. Jonas juga telah mengoleksi 3 gol. Tambahan satu gol Jonas saat melawan Stoke City di babak 32 besar membuat duet ini mengemas 10 gol. Peluang Soldado-Jonas menambah pundi-pundi gol cukup besar dengan keunggulan sementara 4-2 atas PSV.
  5. Terakhir, duet tersubur datang dari Atletico Madrid. Ya, Radamel Falcao dan Adrian Lopez Gonzalez sudah mengemas 12 gol. Adrian unggul dengan 7 gol dan Falcao berkutat di angka 5. Saat ini, Atletico sementara unggul 3-1 atas Besiktas.

Yang menarik, andai bisa menambah sebiji gol saja, duet ini akan melewati duet terbaik Atletico Madrid di Europa League. Sergio Aguero-Diego Forlan mengemas 12 gol pada musim 2007/2008. Melihat keadaan saat ini, peluang Falcao-Adrian melanjutkan prestasi sebagai yang tersubur di Europa League jelas bukan hal mustahil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda