Scroll to Top

Reaksi Fans Inggris Atas Tumbangnya Duo Manchester di Europa League

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 16 Mar 2012

Tumbangnya dua klub asal Manchester, United dan City, jelas mengundang reaksi dari fans Inggris. Dengan hancurnya dua pemuncak klasemen sementara Liga Inggris, habis sudah kesempatan klub Premier League mendapatkan trofi Europa League musim ini. Satu-satunya klub Inggris yang bertahan di Eropa hanyalah Chelsea yang menang dramatis atas Napoli Kamis lalu.

Athletic Bilbao

Lalu, apa saja komentar para fans atas hasil buruk klub-klub Premier League di Eropa? Pertama, tentang kekalahan Manchester United di San Mames, kandang Athletic Bilbao. United memang tidak dijagokan lolos setelah pekan lalu dihajar 2-3 oleh Bilbao di kandang sendiri.

Semestinya Setan Merah menampilkan permainan trengginas untuk menghidupkan harapan. Yang terjadi, untuk kedua kalinya Wayne Rooney dkk. dibuat tidak berdaya oleh Bilbao.

John Kime, seorang fans berkata, “Sungguh memalukan. Semestinya Athletic Bilbao unggul 6-0 sebelum gol (Wayne) Rooney tercipta.”

Sementara itu, Richard dari Belfast, dengan gaya sinis berkata, “Tim yang konon terbaik di dunia, dihancurkan oleh Basel (di Liga Champions) dan Bilbao. Artinya, Liga Inggris bukan lagi liga terbaik dunia seperti yang dianggap orang selama ini. Namun, benarkah Liga Inggris benar-benar pernah menjadi liga terbaik?

Tony, seorang fans Manchester United, tak kalah meradang. Ia menggunakan kekalahan ini untuk menilai kinerja Setan Merah di bursa transfer, “Kerja sempurna, Athletic Bilbao. Kalian adalah tim yang lebih baik dalam dua pertemuan (melawan United). Andaikan semua pemain Manchester United dijual, siapa yang akan dibeli oleh klub besar seperti Barcelona dan Real Madrid? Cuma Waza (Wayne Rooney). Jika kita ingin bertahan sebagai salah satu klub terbaik Eropa, kita harus membeli pemain kelas dunia untuk mengimbangi Rooney.”

Sementara, tanggapan terhadap tidak lolosnya Manchester City lebih “tenang”. Maklum, City cuma gagal lolos karena agresivitas gol tandang. Kemenangan 3-2 tadi pagi percuma karena pasukan Roberto Mancini kalah 1-0 di Portugal. Wajar kalau komentar para fans Inggris tak terlalu pedas.

Semisal, fans bernama Gaz yang memihak Manchester City. Katanya, “Kerja yang baik. Sayang, kami tersingkir. Apa pun itu, ini comeback yang sempurna (setelah tertinggal agregat 0-3). Kini, di Premier League, kita harus bermain penuh selama 90 menit, layaknya kita bermain di 45 menit kedua tadi pagi.”

Sementara, fans lain bernama Lew lebih menyoroti penampilan Stevan Savic, bek Manchester City. Katanya, “Kalau pemain seperti Savic berharga 7 juta poundsterling, maka saya, seorang pemain sepakbola amatir, seharusnya bernilai minimal 5 juta poundsterling.”

Namun, bukan berarti tak ada kritikan yang menusuk. Misalnya, komentar, “Ada yang berdalih, United dan City kini bisa berkonsentrasi di Premier League. Namun, ini alasan yang dibuat-buat. Saya ingin berkata, Liga Inggris semakin buruk di Eropa.”

Terakhir, seorang fans lain berkata, “City tidak beruntung. Kalian bermain luar biasa di babak kedua. Saya tidak menyukai manajemen klub kalian (yang hobi membeli pemain jadi). Namun, sebagai orang Inggris setidaknya saya berharap kalian lolos pagi ini.”

Fans Inggris sendiri memang dikenal jujur dan apa adanya dalam menilai sebuah pertandingan. Mereka juga dikenal kritis terhadap klub sendiri; hal yang mungkin belum banyak muncul di dalam pikiran fans-fans sepakbola di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda