Scroll to Top

Sevilla Cuma Menang 4 Kali dalam 19 Pertandingan Terakhir

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 17 Mar 2012

Barcelona datang ke Ramon Sanchez-Pijzuan pada saat yang tidak tepat untuk Sevilla. Klub yang sebelumnya cukup disegani di Spanyol ini tengah mengalami krisis berkepanjangan. Sevilla cuma meraih 4 kemenangan dari 19 pertandingan terakhir.

Sevilla

Awal musim, Sevilla sempat menunjukkan kekuatan mereka di tangan Marcelino Garcia Toral. Klub berjuluk Los Palanganas tak pernah kalah hingga pekan ke-9. Mereka bahkan sempat menahan imbang Barcelona 0-0 di Camp Nou dan Atletico Madrid dengan skor sama di Vicente Calderon. Saat itu, cuma ada dua klub yang belum terkalahkan di La Liga, Barcelona dan Sevilla.

Titik kehancuran datang pada 1 November 2011. Berhadapan dengan klub promosi yang miskin gol, secara mengejutkan Sevilla ditindas Granada dengan skor 1-2. Belum cukup, kekalahan menyakitkan itu terjadi di kandang sendiri, Ramon Sanchez-Pijzuan. Caranya pun menyakitkan. Sevilla seolah akan menang mudah ketika Manu de Moral mencetak gol di menit pertama. Namun, dua gol di akhir babak kedua memberikan kekalahan perdana Sevilla musim 2011/2012.

Sejak saat itu, kemenangan menjadi barang langka bagi Los Palanganas. Periode November hingga 5 Februari 2012, Sevilla cuma menggapai 2 kemenangan, 3 kali hasil seri, dan 7 kekalahan (termasuk dengan Granada). Yang menyesakkan, empat dari 7 kekalahan tersebut terjadi di Ramon Sanchez-Pijzuan. Hal yang membuat Marcelino didepak dari kursi kepelatihan.

Untuk menangani klub Andalusia, dipilihlah José Miguel González Martín del Campo atau Michel. Dia adalah eks pemain Real Madrid era 1980-an hingga 1990-an. Pengalaman Michel sempat tak berfungsi ketika di laga perdana bersama pelatih anyar, Sevilla tetap kalah 2-0 oleh Real Sociedad di Anoeta.

Michel akhirnya mampu mencairkan keadaan pada 19 Februari. Klubnya dibawa menang 2-0 atas Osasuna. Inilah kemenangan pertama Sevilla di liga dalam 2,5 bulan terakhir. Masa depan seakan cerah ketika di laga berikutnya, giliran Valencia yang dihantam dengan skor 1-2 meski Sevilla melawat ke Mestalla.

Sayang, dalam dua pertandingan terakhir, Los Palanganas kembali memburuk. Mereka ditahan imbang 1-1 oleh klub tangguh Atletico Madri di pekan 25. Pekan berikutnya, giliran Sporting Gijon yang menikam Sevilla 1-0 di El Molinon.

Menang 2 kali, seri sekali, dan 2 kali tumbang bersama Michel bukanlah rekor yang cukup bagus. Apalagi menghadapi Barcelona yang datang dengan kekuatan prima.

Sevilla bisa berkaca sedikit pada masa lalu, musim 1940/1941. Ketika itu, dengan gagah berani Sevilla mampu menghajar Barcelona 11-1; yang sekaligus menjadi kemenangan terbesar klub Andalusia di La Liga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda