Scroll to Top

Jenis Pekerjaan Yang Bikin Paru-paru Menderita

By C Novita / Published on Tuesday, 20 Mar 2012

pekerjaan yang bikin paru menderitaPenyakit paru banyak diderita oleh seseorang karena lingkungan tempatnya beraktifitas tidak sehat. Pengetahuan akan jenis lingkungan seperti apa yang tak sehat bagi organ pernafasan kita, diharapkan dapat memberikan tindakan pencegahan agar tidak terjangkit penyakit tersebut.

Berikut ini jenis pekerjaan yang membuat paru-paru menderita, seperti dikuti dari Health.

  • Pekerjaan Konstruksi

Banyaknya aktifitas dengan debu dan berbagai partikel kecil namun tajam pada pekerjaan konstruksi bangunan membuat paru berisiko terkena kanker paru, asbestosis (paru mengalami jaringan parut/terluka), dan juga mesothelioma.

Pencegahannya adalah menggunakan pelindung hidung dan mulut, juga respirator.

  • Pekerja Transportasi

Sopir dan juga kernet, atau masinis, dan berbagai pekerjaan di bidang tranportasi yang mengharuskan seseorang banyak menghirup polusi dari knalpot dan debu, juga berisiko untuk paru.

  • Pekerja Industri

Berbagai pekerjaan industri seperti tekstil, pabrik yang menggunakan bahan kimia, pabrik yang menggunakan dan menghasilkan gas yang sifatnya beracun, pasti berisiko tinggi untuk kesehatan paru. Tidak hanya paru, bahkan juga kesehatan kulit dan mata juga bisa terganggu.

  • Pekerja Tambang

Pekerja tambang banyak menghadapi resiko kesehatan. Debu, silika, kandungan bahan kimia, dapat menyebabkan paru-paru terluka. Pada tambang batubara, ada jenis penyakit lain yang bernama pneumokoniosis dimana paru menjadi hitam karena kandungan batu bara di udara yang terhirup.

  • Pemadam kebakaran

Asap serta panas yang dihadapi kala sedang memadamkan api juga berbahaya bagi kesehatan pernafasan seseorang.

Tindakan pencegahan berupa mentaati prosedur keselamatan kerja dengan memakai berbagai peralatan demi kesehatan seperti masker, respirator, dan tidak merokok kala bekerja, akan makin memperkecil resiko terjadinya penyakit paru-paru.

Mencegah tentu lebih baik dari pada mengobati bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda