Scroll to Top

Barcelona Menang 18 Kali dari 18 Laga Kandang Menghadapi Granada

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 20 Mar 2012

Hasil seri yang didapatkan Real Madrid di kandang kemarin ketika menjamu Malaga, membuat Barcelona seolah mendapatkan kehidupan baru. Selama ini, semua lawan Real Madrid di liga —kecuali Barcelona— tak mampu menahan laju pasukan Jose Mourinho. Namun, Malaga membuktikan bahwa Los Blancos bisa saja tersendat kala tidak berkonsentrasi selama 90 menit.

Barcelona vs Granada

Menipisnya jarak menjadi 8 poin bisa ditambah lagi pada pertengahan pekan ini. Setidaknya hingga 25 jam sebelum Real Madrid melawat ke El Madrigal, kandang Villarreal. Maklum, lawan Barcelona cuma Granada.

Memang, pada putaran pertama Granada sempat merepotkan Blaugrana dengan memaksa Xavi Hernandez dkk. cuma menang 0-1. Kala itu bahkan Granada bermain dengan 9 orang. Namun, sejarah menyebutkan, dari 18 kali laga kandang

Barcelona melawan markas klub yang lahir pada 1931 itu, Blaugrana menang 18 kali alias 100% menggapai 3 poin.

17 pertandingan di Liga dan 1 di Copa del Generalissimo.  Barcelona tak pernah memberi ampun kepada Granada. 69 gol sudah dibuahkan El Barca untuk menghibur rakyat Catalan, sementara Granada cuma mampu mencetak 15 gol.

Pertemuan pertama kedua klub di Liga Spanyol terjadi pada 9 November 1941. Ketika itu El Barca masih memakai Camp de Les Corts atau lebih sering disebut Les Corts saja.

Dalam laga yang terjadi di musim pertama Granada promosi ke Primera Division itu, Barcelona menyabet kemenangan telak 4-0. Joaqium Navarro dan Jose Bravo menjadi pahlawan dengan masing-masing mencetak gol. Sejak saat itulah Granada seperti datang ke Catalan untuk memberikan tiga angka penuh kepada Blaugrana.

Pertarungan ketat bukannya tidak ada. Granada pernah mampu mencetak empat gol ke gawang Barcelona. Namun, Azulgrana membobol gawang sang tamu lima kali. Hal ini terjadi pada 28 Februari 1960, ketika markas sudah dipindahkan ke Camp Nou.

Sang pahlawan sejati Barcelona, johan Cruyff, juga punya sejarah unik melawan Granada. Ia melakoni laga debutnya di menghadapi klub yang bermarkas di Los Carmenes ini.

Ketika itu, Minggu, 28 Oktober 1973, Cruyff mencetak 2 gol dan membantu Barcelona menang 4-0 atas Granada. Pada akhirnya, musim 1973/1974 begitu indah karena Barcelona meraih gelar juara liga.

Pertemuan terakhir kedua klub terjadi pada musim 1975/1976. Ketika itu Camp Nou juga tetap menjadi ladang angker bagi Granada. Barcelona menang 3-0.

Kini 36 tahun berlalu, Granada akhirnya kembali ke Primera Division. Awal musim, dengan produktivitas yang buruk, Granada diramal akan angkat kopor dan kembali berkutat di Segunda Division. Namun, faktanya Granada mampu bertahan di peringkat 15 dengan selisih 7 angka dari posis 18; peringkat terakhir yang akan turun ke kasta kedua.

Sejarah mencatat Barcelona 100% menggulung Granada. Namun, mungkin saja kali ini sejarah berbicara lain pula andai pasukan Pep Guardiola terlalu menghamburkan ball possessions seperti keadaan mereka sepanjang Januari hingga awal Februari 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda