Scroll to Top

Ketika Granada Menghancurkan Barcelona 6-0

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 20 Mar 2012

Granada, lawan yang dihadapi Barcelona pada pertengahan pekan ini, memang bukan tim kuat. Barcelona selalu menang menghadapi klub ini dalam 18 pertandingan kandang. Namun, bukan berarti klub yang berdiri pada tahun 1931 tidak bisa memberikan kejutan berdarah bagi Blaugrana.

Granada vs Barcelona 0-1

Pada musim 1941/1942, Granada mampu menghancurkan El Barca dengan skor luar biasa, 6-0. Kekalahan dari klub yang untuk pertama kalinya promosi ke Primera Division tersebut, menjadi salah satu dari sekian kekalahan yang diderita Barcelona musim itu. Kekalahan yang nyaris membawa Blaugrana terdegradasi ke Segunda Division.

Perjalanan Barcelona musim 1941/1942 memang tidak menyenangkan. Dalam lima pertandingan pertama, mereka cuma seri sekali. Selebihnya, kalah. Termasuk dari Real Madrid 4-3 dan rekan sesama klub Catalan, Espanyol dengan skor 5-0.

Kemenangan perdana musim tersebut didapatkan pada pekan ketujuh. Granada menjadi sasaran empuk. 4 gol tanpa balas dibukukan oleh pasukan Ramón Guzmán Martorell. Sempat mengira akan bangkit, Barcelona nyatanya tetap tercecer di papan bawah klasemen. Jauh dari hingar bingar Valencia dan Real Madrid yang berkejaran di papan atas.

Peluang untuk memperbaiki keadaan terjadi pada jornada 20 ketika El Barca melawat ke kandang Granada, Los Carmenes.

Kesempatan Barcelona menang cukup terbuka karena pada pekan 19, Blaugrana menggebuk Real Sociedad 4-2 di Camp Nou. Namun, hanya berselang seminggu dari kemenangan tersebut, Barcelona kembali meratap.

Bukan hanya satu gol yang bersarang ke gawang Lluís Miró Doñate, kiper El Barca. Melainkan enam! Bachiller membuka keunggulan di menit 2. Ketika Antonio Bonet Silvestre mencetak gol di menit 28, keadaan masih tak terlalu mencolok.

Namun, babak kedua menjadi horor. Alejandro, Liz, dan Marin (dua gol) menenggelamkan Barcelona.

Kekalahan ini lebih menyakitkan lagi karena Cesar Rodriguez, pemain Barcelona yang dipinjamkan ke Granada, turut bermain. Cesar Rodriguez yang kelak menjadi pencetak gol terbanyak Blaugrana, saat itu harus bermain di Granada karena ia dipaksa terlibat tugas militer di wilayah setempat.

Kekalahan 6-0 atas Granada membuat Barcelona semakin tenggelam. Di akhir musim mereka duduk di peringkat 12 dari 14 peserta. Artinya, Barcelona mesti melakoni laga play-off untuk sekadar bertahan di Primera Division.

Untunglah dalam laga penenuan menghadapi peringkat ketiga Segunda Division, Real Murcia, Barcelona menang besar 5-1. Selamatlah Blaugrana di musim yang mungkin akan mengubah sejarah pemilik 21 gelar Liga Spanyol ini.

Kini, menghadapi Granada esok hari, memori buruk kekalahan 6-0 dan musim yang menyesakkan, telah berlalu. Barcelona berusaha memetik kemenangan demi mempertipis jarak dari Real Madrid, yang musim ini menjelma menjadi klub yang sukar meraih hasil kecuali kemenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda