Scroll to Top

Liechstenstein Negara Tanpa Liga Sepakbola

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 23 Mar 2012

Nama Liechtenstein, meski cukup familier, tentu bukan negara favorit dalam persepakbolaan Eropa. Dalam kualifikasi Euro 2012 yang lalu, Liechtenstein tercatat sebagai juru kunci Grup I. Mereka kalah kelas dari Spanyol, Republik Ceska, Skotlandia, dan Lithuania. Dari 10 kali bertanding, Liechtenstein cuma menang sekali dan seri sekali. Selebihnya, kekalahan dengan skor besar adalah hal lumrah.

Fc Vaduz

Wajar saja kalau Liechtenstein cuma dianggap sebaagi pelengkap, baik dalam kompetisi antar negara-negara Eropa maupun antar klub Eropa. Negara yang terletak di antara himpitan Swiss dan Austria ini, cuma berukuran 160 kilometer persegi. Penduduknya pun super mini, sekitar 36000 orang.

Yang cukup unik, meskipun Liechtenstein termasuk dalam 53 anggota UEFA, nama klub mereka tidak ada dalam daftar peserta Liga Champions. Wakil Liechtenstein hanya ada di Europa League. Hal ini wajar karena di negeri mini ini, tidak ada kompetisi liga.

Ya, boleh percaya atau tidak, Liechtenstein tidak lagi menyelenggarakan liga sejak tahun 1937. Ketika itu, cuma ada satu klub (FC Triesen) yang siap berkompetisi.

Dalam data yang dirilis UEFA, memang di negara kecil ini, cuma ada tujuh klub. Mereka adalah FC Vaduz (1932), FC Balzers (1932), FC Triesen (1932), FC Schaan (1932), FC Ruggell (1958), FC USV Eschen-Mauren (1963) dan FC Triesenberg (1972). Satu-satunya klub yang benar-benar profesional hanyalah FC Vaduz.

Ketujuh klub yang tak berkompetisi di tingkat domestik ini, berlaga di Liga Swiss. Jenjangnya, mulai dari Challenge League (divisi dua) hingga 4. Liga (divisi tujuh).

Klub yang pernah merasakan berlaga di Divisi Dua Liga Swiss adalah Vaduz. Pada musim 2010/2011 lalu, Vaduz berhasil menduduki peringkat empat Challenge League.

Sementara, klub seperti FC Triesenberg bahkan memulai kompetisi di Swiss dengan bergabung dalam 4. Liga (divisi tujuh). Mereka sempat harus bersaing dengan 848 klub dalam 74 grup. Saat ini, Triesenberg sudah naik kasta dengan berada di 2. Liga (divisi lima).

Nah, kalau di Liechtenstein tidak ada liga, bagaimana kompetisi di negeri kecil ini? Satu-satunya turnamen yang ada di Liechtenstein adalah Piala Liechtenstein.

Turnamen yang diadakan sejak tahun 1946 ini cukup unik. Alasannya, sebenarnya yang mengikuti kompetisi ini cuma 7 klub yang sudah disebutkan di atas. Namun, klub-klub ini memiliki “tim cadangan” (tim B), yang ikut bermain. Misalnya, klub seperti FC Balzers. Klub ini sampai memainkan dua klub “cadangan” di Piala Liechtenstein, yaitu Balzers II dan Balzers III.

Tentunya cukup menghibur kalau klub utama dan klub cadangan sebuah tim di Piala Liechtenstein, bisa melaju ke babak berikutnya. Hal ini sudah sangat sering terjadi.

Misalnya, pada Piala Liechtenstein musim 2009/2010. Ketika itu, di babak semifinal, klub USV Eschen/Mauren bertemu dengan tim “cadangan” mereka sendiri, USV Eschen/Mauren II.

Meskipun cuma sebuah piala, dan bukan liga, gelar Piala Liechtenstein sangat prestisius bagi klub-klub di negeri mini ini. Maklum, hanya dengan meraih gelar inilah mereka dapat berpartisipasi di Europa League.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda