Scroll to Top

Chelsea Setahun Tidak Pernah Menang di Laga Tandang Liga Champions

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 27 Mar 2012

Malam hari 22 Februari 2011. Dinginnya Kopenhagen tak mengurangi suka cita Chelsea. Ketika itu, pasukan Carlo Ancelotti sukses menumbangkan tuan rumah FC Copenhagen dengan skor telak 0-2. Dua gol Chelsea diboyong oleh Nicolas Anelka yang hari-hari ini digosipkan tengah diincar oleh Persipura Jayapura.

Chelsea

Lebih dari setahun berlalu dari akhir Februari ceria. Lebih dari setahun pula The Blues lapar kemenangan tandang. Hingga laga esok hari, Chelsea tak pernah meraih 3 poin dalam laga tandang di tingkat Eropa. Lima pertandingan berlalu, The Blues cuma mencicipi 2 hasil seri dan tiga kekalahan.

Pasca bertandang ke Kopenhagen Februari 2011, laga away berikutnya yang dihadapi Chelsea adalah leg kedua perempat final Liga Champions. Manchester United menjadi lawan yang terlalu kuat. The Blues yang sudah kalah 0-1 di leg pertama, terjungkal lagi di Old Trafford. Dua gol Setan Merah dibuat oleh Javier Hernandez dan Park Ji Sung. Sementara, tembakan Didier Drogba tak mampu menolong timnya tersingkir.

Berlanjutlah kesengsaraan Roman Abramovich. Sang pemilik Chelsea yang begitu merindukan gelar Liga Champions untuk kesekian kalinya jengah karena klubnya rontok di babak yang terlalu awal.

Musim pun berganti; demikian pula manajer. Carlo Ancelotti yang sudah tidak sevisi dengan Frank Lampard dan John Terry didepak. Sebagai gantinya, didatangkanlah Andre Villas-Boas. Bersama Villas-Boas, Chelsea menjalani empat laga tandang di Liga Champions musim 2011/2012.

Laga tandang pertama Chelsea bersama Andre Villas-Boas di kompetisi terbaik antarklub Eropa, cukup mengecewakan dari segi hasil. Mendominasi pertandingan, The Blues cuma berhasil menuai hasil seri 1-1 dengan Valencia. Gol Frank Lampard di menit 56 akhirnya buyar. Pelanggaran tak penting Salomon Kalou berbuah penalti. Roberto Soldado sang eksekutor berhasil membuat Valencia tak tercoreng mukanya di Mestalla.

Laga tandang berikutnya, berjalan dengan cara yang sama. Chelsea menghadapi Racing Genk dari Belgia, tim yang dalam pertandingan sebelumnya digelontor 5-0. Namun, lagi-lagi hasil imbang yang harus didapatkan. Gol Ramires di menit 26 dibalas oleh Jelle Vossen di menit 56.

Laga tandang terakhir di penyisihan grup E, semakin dipenuhi duka cita. Chelsea kembali unggul lebih dahulu ketika bertandang ke Bay Arena, kandang Leverkusen. Namun, mereka sekali lagi gagal menang. Gol Didier Drogba di awal babak kedua, dibalas oleh Eren Derdiyok dan Manuel Friedrich. Chelsea kalah 2-1 dan nyaris tidak lolos ke perdelapan final. Beruntung dalam pertandingan penentuan, The Blues bangkit saat meremukkan Valencia 3-0.

Di babak 16 besar, peruntungan Chelsea di laga tandang belum membaik. Mereka menghadapi Napoli; klub baru di percaturan Liga Champions. Entah ada apa di kepala para punggawa Chelsea. Mereka selalu mencetak gol lebih dahulu, tapi senantiasa pula gagal menang. Gol Juan Mata berakhir sia-sia karena Ezequiel Lavezzi dan Edinson Cavani mencetak 3 gol Napoli.

Kini nahkoda sudah berganti. Pelatih muda yang awalnya ditugaskan untuk meremajakan klub, didepak sebelum tugasnya dituntaskan.

Menghadapi Benfica esok hari, Roberto Di Matteo, sang pengganti dihadapkan pada sejarah sulit. Mampukah Chelsea untuk pertama kalinya menang dalam 13 bulan terakhir di Eropa? Atau, kutukan kembali menimpa pasukan tua The Blues?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda