Share

Dahlan Iskan

Julukannya menteri tanpa dasi. Gayanya nyleneh. Aksinya kadang ‘ngawur’. Namun terbukti manjur. Pakaiannya simple dengan jeans dan sepatu kets kesayangan. Mengingatkan kita pada sosok revolusioner mendiang Steve Jobs.

Namun Dahlan Iskan bukan seorang pengusaha teknologi. Ia adalah juragan media. Belum selesai mencapai garis finis di PLN, SBY mendapuknya sebagai menteri. Dari kuli tinta, Dahlan Iskan kini menjadi orang nomor satu di perusahaan negara.

20 Maret 2012 silam, ia ‘mengamuk’ di pintu tol Semanggi. Gusar antrian padat merayap tak kunjung merapat, Dahlan Iskan turun dan melihat apa yang terjadi. Aksinya di Jalan Gatot Subroto menuai puji dan reaksi. Di linimasa ia dipuja dan sempat menjadi trending topic meski hanya sesaat.

Belum lupa dari ingatan pada Desember 2011 silam, Dahlan Iskan naik KRL Jakarta-Bogor tatkala mengikuti Rapat Kabinet di Instana Bogor. Dengan santunnya ia sudi naik kereta bersama orang biasa. Bahkan mereka tak sadar jika lelaki berusia 60 tahun ini adalah seorang menteri.

Dahlan Iskan lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951. Karirnya dimulai sebagai reporter Surat Kabar Mingguan Mimbar Masyarakat di Samarinda. Pada tahun 1976 ia menjadi wartawan Majalah Tempo. CEO Jawa Pos berhasil ia jabat pada tahun 1982. Tahun 2009, ia menjadi orang nomor satu di PLN. Dan tahun 2011 silam, SBY memintanya duduk sebagai Menteri BUMN.

Dahlan Iskan bukanlah orang ‘sehat’. Ia sakit. Berkali-kali ayah Azrul Ananda ini harus bolak-balik ke China untuk memeriksa kondisi kesehatannya. Tatkala diminta SBY untuk duduk di kursi menteri, ia meneteskan air mata. Dahlan Iskan ‘kecewa’ sebab PLN sedang bergairah. Ia harus rela bercerai dengan PLN meski cita-citanya belum terlaksana.

Dahlan Iskan terkenal gesit. Gaya kepemimpinanya nyentrik. Budayawan Sujiwo Tejo menilai jika Dahlan Iskan ‘ngawur’. Tetapi jurusnya sangat manjur. Rakyat negeri ini butuh pemimpin seperti Dahlan Iskan. Berani bertindak, berani menanggung resiko, dan sudi bergumul dengan rakyat kecil.

Gebrakan Dahlan Iskan di BUMN kini sedang ditunggu. Namun publik menginginkan dirinya maju pada 2014 nanti. Jika ditanya siapakah pendamping yang cocok disandingkan dengan Dahlan Iskan? Tak sedikit yang menyebut orang nomor satu Solo. “Dua-duanya ngawur tapi benar,” puji Sujiwo Tejo.