Scroll to Top

Saat Real Madrid Menggulung Wakil Siprus 0-8

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 28 Mar 2012

Kemenangan 0-3 atas APOEL tadi pagi tidak hanya membuat Real Madrid 99,99% mendapatkan tiket semifinal Liga Champions. Tetapi juga membawa memori indah mereka 43 tahun lalu; ketika terakhir kali Los Blancos menghadapi wakil Siprus.

Real Madrid 4

Lawan yang dihadapi saat itu bukanlah APOEL, melainkan Olympiakos Nikosia. Klub yang berdiri pada 1931 ini merupakan rival sekota APOEL. Duel ini sendiri terjadi pada musim 1969/1970 kala Liga Champions masih bernama European Cup.

Pertarungan Olympiakos Nikosia vs Real Madrid terjadi di ronde pertama European Cup. Los Blancos yang musim sebelumnya cuma bisa mencapai ronde kedua, jelas ingin memperbaiki nasib.

Sementara, meski Olympiakos Nikosia berpredikat sebagai juara Liga Siprus, semua memandang remeh klub ini. Apalagi ketika Olympiakos Nikosia tidak berhak menggelar laga di stadion sendiri; melainkan di Santiago Bernabeu.

24 September 1969. Leg pertama. Status tuan rumah di kandang lawan seolah membuat klub Siprus nervous. Santiago Bernabeu yang biasanya penuh, cuma dihuni 14000 penonton.

Saat Amancio Amaro mencetak gol untuk Real Madrid di menit 6, sudah tergambar apa yang terjadi untuk Olympiakos. Tujuh gol berikutnya lahir dengan mudah.

Francisco Gento menggandakan keunggulan di menit 18. Ramon Grosso membukukan dua gol di menit 23 dan 55. Di sela-sela gol Grosso, muncul Sebastian Fleitas yang mencetak gol ganda pula. Masing-masing di menit 47 dan 52.

Unggul 0-6 tidak membuat Real Madrid puas. Jose Antonio Grande mencetak gol ketujuh di menit 60. Tiga menit kemudian, legenda Real Madrid, Jose Martinez Sanchez atau Pirri, menutup pesta gol Los Blancos.

Menang 0-8, Real Madrid tampak begitu santai. Maka, tak salah kalau di leg kedua yang digelar seminggu kemudian —yang sama-sama bertempat di Santiago Bernabeu— Los Blancos cuma menang 6-1.

Lolos dengan agregat 14-1, Real Madrid tercatat sebagai tim dengan agregat terbesar kedua yang melenggang ke ronde kedua European Cup. Mereka cuma kalah dari Leeds United, yang menghajar Lyn, wakil Norwegia dengan agregat 16-0.

Sayang, perjalanan Real Madrid saat itu tak berubah seperti musim sebelumnya. Mereka tetap tergeser di ronde kedua.

Los Blancos dipermalukan klub Belgia, Standard Liege, dalam laga kandang maupun tandang. Di Belgia, Standard Liege menang 1-0. Ketika Real Madrid harus menang di Bernabeu, tuan rumah justru kalah 2-3.

Kini, apakah memori buruk tak lolos ke babak berikutnya setelah menang besar atas wakil Siprus, akan terulang bagi Real Madrid? Atau, mereka akan menuntaskan dendam 10 tahun tak memboyong gelar Liga Champions?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda