Scroll to Top

Persebaya 1927, Anak Emas Konsorsium IPL?

By Aditya / Published on Wednesday, 28 Mar 2012

Persebaya 1927

Percikan konflik tampaknya mulai melanda kalangan internal Indonesia Premier League (IPL). Persiba Bantul, salah satu klub peserta kompetisi resmi PSSI itu, kecewa karena merasa Konsorsium PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) tidak berlaku adil alias pilih kasih.

Briyanto, Manajer Persiba Bantul, menilai bahwa Konsorsium LPIS selalu memberi keistimewaan kepada Persebaya 1927. Dengan kata lain, tim Bajul Ijo menjadi anak emas di IPL.

”Memang selama ini Persebaya (1927) yang selalu dijadikan opsi utama oleh Konsorsium (IPL),” keluh Briyanto kepada Harian Jogja seperti yang dikutip dari Goal, Rabu (28/3).

Namun, Briyanto masih berpikiran positif untuk menyikapi kebijakan Konsorsium LPIS tersebut. Nama Persebaya 1927 yang lebih besar ketimbang Persiba Bantul mungkin menjadi pertimbangan tersendiri bagi pengelola IPL.

Suporter yang lebih besar dan nilai jual yang lebih tinggi Persebaya 1927 disebut Briyanto menjadi sejumlah faktor yang membuat Andik Vermansyah dan kawan-kawan menjadi “anak kesayangan” LPIS dan PSSI.

”Mungkin karena mereka (Persebaya 1927) lebih memiliki basis suporter yang lebih besar dan lebih memiliki nilai jual dibanding kami (Persiba Bantul),” kata Briyanto.

Salah satu yang menjadi sumber kekecewaan Persiba Bantul adalah tidak meratanya jatah ujicoba dengan Timnas Indonesia.

Pasalnya, Laskar Sultan Agung ”hanya” memperoleh jatah melakukan laga ujicoba dengan Timnas Indonesia U-23 dan Timnas Indonesia U-21, sedangkan Persebaya 1927 mendapat kesempatan bertanding melawan Timnas Senior yang tentu saja memiliki greget dan prestise yang lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda