Scroll to Top

Jean Marie Dongou Jebolan Akademi Barcelona Penerus Samuel Eto’o

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 29 Mar 2012

Usianya belum genap 17 tahun. Namun, Jean Marie Dongou sudah menyentak perhatian para pemandu bakat yang berburu pemain muda di akademi Barcelona. Pemain kelahiran 20 April 1995 ini diprediksi akan menjadi penerus Samuel Eto’o.

Jean Marie Dongou

Petualangan Dongou di akademi Barcelona dimulai hampir tiga tahun lalu. Ketika itu, pada usia 14 tahun, sang bocah kecil harus meninggalkan orang tua dan empat saudaranya di Kamerun untuk bergabung di tempat para bintang dunia dilahirkan.

Kesempatan Dongou berkembang di Barcelona tak lepas dari bantuan Samuel Eto’o. Ya, mantan penyerang Barcelona ini membuka kerjasama antara yayasan yang didirikannya, Eto’o Foundation, dengan Barcelona, untuk menetaskan talenta-talenta muda dari benua Afrika di Catalan.

Sepuhan akademi Barcelona sudah tidak perlu disangkal lagi. Dari sini, lahir sosok seperti Josep Guardiola yang sudah masuk tim senior di usia muda pada awal era 1990-an. Ada pula Xavi Hernandez dan Carles Puyol yang hadir di tim utama Barcelona sejak akhir 1990-an.

Yang paling spektakuler tentu sosok Lionel Messi yang mulai bermain untuk skuad Barcelona sejak usia 17 tahun. Sementara, yang terkini, tentu kita bisa melihat Isaac Cuenca, anak ajaib berusia 20 tahun yang posisinya di lini depan Barcelona semakin terjamin dari hari ke hari.

Dongou pun menempuh jalur yang mirip dengan para jebolan akademi La Masia. Awal musim ini, ia bahkan masih bermain untuk tim Juvenil A Barcelona.

Kesempatan untuk menembus jenjang yang lebih matang lahir di Copa Catalunya tahun lalu. Di partai final menghadapi Espanyol, Barcelona memang kalah 3-0 dari Espanyol.

Namun, Dongou mulai menunjukkan taringnya. Meski cuma tampil sebagai pemain pengganti dalam waktu 19 menit tersisa, banyak yang memuji penampilan kelahiran Douala, Kamerun.

Setelah setengah musim di tim Juvenil A, akhirnya ada peluang istimewa. Dongou dipanggil untuk memperkuat Barcelona B sejak awal Januari lalu. Debutnya dimulai saat menghadapi SC Huesca pada tanggal 28 Januari 2012.

Setelah beberapa kali turun sebagai pemain cadangan dan tidak mencetak gol, kesempatan datang akhir pekan lalu. Barcelona B menghadapi Alcoyano.

Setelah tertahan 1-1 hingga menit 80, Eusebio Sacristán, pelatih Barcelona B, memasukkan Dongou untuk mengganti Rodri. Belum semenit masuk, Dongou mencetak gol kemenangan. Gol yang jelas menghibur orang tuanya yang kebetulan hadir di Mini Estadi, kandang Barcelona B.

Gol ini tidak hanya membuat Barcelona B bertahan di papan tengah Segunda Division. Tetapi juga, membawa kepercayaan tersendiri bagi pemain berwajah polos ini.

Ya, Dongou dikenal begitu pemalu dan polos. Saking polosnya Dongou, ia bagaikan tak tahu di mana tempat bersembunyi kala seluruh penonton di Mini Estadi memberi tepuk tangan untuk gol kemenangan yang dibuatnya.

Sifat pemalu Dongou inilah yang membuat kita takjub pada akademi Barcelona pada khususnya, dan akademi sepakbola di Spanyol pada umumnya.

Seperti slogan Barcelona bahwa klub ini lebih dari sekadar sebuah klub, bukan hanya masalah skill atau kerjasama tim yang diasah di akademi: melainkan juga sikap di dalam dan di luar lapangan; kesopanan seorang pesepakbola yang tengah tumbuh dan digadang-gadang sebagai calon pengganti salah satu pemain terbaik Kamerun, Samuel Eto’o.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda