Scroll to Top

Barcelona dan Real Madrid Dua Raja di Liga Champions

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 29 Mar 2012

Mereka yang menilai Barcelona dan Real Madrid terlalu mudah berkuasa di Liga Spanyol, mungkin akan dibuat gigit jari melihat penampilan dua musuh bebuyutan ini di Liga Champions. Dua raksasa berlomba untuk menjadi yang paling superior; meninggalkan enam klub lain yang sama-sama lolos ke perempat final Liga Champions musim 2011/2012.

el-classico

Barcelona era Josep Guardiola menciptakan standard sepakbola modern dalam empat tahun terakhir. Hal ini “hanya bisa dilawan” oleh Real Madrid era Jose Mourinho dengan segudang taktik lihai. Setidaknya, kita bisa melihat catatan demi catatan mereka di Liga Champions musim ini. Perbandingan jumlah kemenangan, jumlah gol, dan jumlah terbobol kedua klub membuat pasukan lain layak minder.

Hingga leg pertama perempat final Liga Champions, Real Madrid tercatat sebagai klub yang paling banyak menang. Pasukan Jose Mourinho membukukan 8 kemenangan dalam 9 pertandingan (rata-rata kemenangan 88,89%). Satu-satunya hasil seri didapatkan dari CSKA Moskwa di Rusia. Cuma satu klub yang bisa menguntit El Real. Siapa lagi kalau bukan Barcelona dengan 7 kemenangan dari 9 pertandingan (rata-rata 77,78%).

Di belakang kedua klub, ada Bayern Muenchen dengan 6 kemenangan dari 9 laga; Chelsea (5 kali), Benfica dan Marseille (4 kali), serta AC Milan dan APOEL (3 kali).

Masalah mencetak gol, Real Madrid dan Barcelona juga jauh meninggalkan enam klub lain. El Barca menjadi yang terdepan dengan 30 gol dari 9 pertandingan. Real Madrid ada di posisi berikutnya dengan 28 gol.

Satu-satunya tim terdekat di babak delapan besar lagi-lagi adalah Bayern Muenchen dengan 20 gol. Berikutnya berturut-turut Chelsea (19 gol), AC Milan (15 gol), Benfica (12 gol), Marseille (9 gol), dan APOEL (7 gol).

Urusan lini pertahanan, Barcelona dan Real Madrid sama-sama bersaing untuk menjadi yang terbaik. Real Madrid kembali menjadi yang terdepan. Pasukan Jose Mourinho cuma terbobol 4 kali. 2 di babak penyisihan grup dan 2 di 16 besar. El Barca mengikuti dengan terbobol 6 kali. Berikutnya berturut-turut, ada Bayern Muenchen dan Benfica (terbobol 7 kali), Marseille dan Benfica (8 gol), APOEL (10 gol), serta AC Milan (11 gol).

Kejar-kejaran Barcelona dan Real Madrid ini, membuat mereka menjadi dua klub paling difavoritkan untuk tampil di final Liga Champions; selain Bayern Muenchen dan AC Milan. Jika El Clasico benar-benar jadi digelar di Allianz Arena 20 Mei 2012 mendatang, bisa dikatakan, ini adalah salah satu final paling ideal sekaligus paling berdarah dalam sejarah Liga Champions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda