Penemuan Fosil Manusia Prasejarah_2

Sebuah fosil kaki ditemukan oleh para ilmuwan yang mengungkapkan spesies manusia yang tidak diketahui sebelumnya hampir tiga setengah juta tahun yang lalu.

Fosil ini ditemukan di Afrika Timur dan menunjukkan spesies yang lebih dekat dengan manusia daripada simpanse, yang diprediksi memiliki kemampuan dalam memanjat pohon.

Fosil tulang yang ditemukan tersebut diyakini sangat langka dan rentan terhadap serangan predator serta sangat rawan akan pembusukan.

Penemuan Fosil Manusia Prasejarah_1

Kaki manusia normal memiliki tumit besar dan stabil ketika digunakan tatkala berjalan. Sementara fosil kaki homonim yang ditemukan memiliki jempol kaki yang saling berlawanan.

Dr Yohanes Haile Selassie dari Museum Sejarah Alam Cleveland Amerika Serikat mengatakan, spesies tersebut ditemukan di wilayah Afar, pusat Ethiopia sekitar 3,4 juta tahun yang lalu.

Homonim yang dikenal saat ini yakni Australopithecus Afarensis. Kakinya sebanding dengan versi manusia modern dengan jempol kakinya yang berfungsi seperti ibu jari.

Penemuan Fosil Manusia Prasejarah_3

Ini berarti mahkluk tersebut beraktivitas dengan memanjat pohon untuk mencari makanan, tidur di sarang, serta untuk menghindari predator.

“Kerangka kaki ini digunakan dalam kapasitas menggenggam yang memungkinkan dalam memanjat pohon dan bergerak di hutan,” ujar Dr Yohanes Haile Selassie.

Ia melanjutkan jika spesies ini menupakan bukti kuat pertama yang menunjukkan garis keturunan nenek moyang manusia.

“Fosil ini menunjukkan asal usul nenek moyang manusia yang berjalan dengan dua kaki dan untuk memanjat pohon hingga 3,4 juta tahun yang lalu,” terang Daniel Lieberman, profesor biologi evolusi manusia Universitas Havard.