Scroll to Top

Ketika Anak Babi Masuk Lapangan Mengenakan Seragam Real Madrid

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 30 Mar 2012

Real Madrid, selamat datang di Kerajaan Osasuna: Reyno de Navarra. Kalimat ini bukan lawakan hanya karena Osasuna hanyalah klub medioker di Liga Spanyol. Sebaliknya, kalimat ini adalah ancaman bagi Real Madrid.

Anak Babi

Kubu Jose Mourinho harus benar-benar serius datang ke stadion  ini. Sejarah menulis, Los Blancos tidak hanya berhadapan dengan 11 pemain Osasuna. Tetapi juga ribuan penonton yang memadati Reyno de Navarra.

Teror. Fans radikal Osasuna memiliki cara tersendiri untuk meremukkan mental pasukan Real Madrid.

Los Blancos boleh saja menjadi raja di Liga Spanyol. Namun, kala datang ke Reyno de Navarra, mimpi buruk sudah dimulai sebelum peluit tanda pertandingan dimulai, berbunyi.

22 Februari 1981. Genderang perang untuk Real Madrid resmi ditabuh. Lemparan jeruk dan botol meluncur ke lapangan. Wasit yang memimpin pertandingan, Guruceta Muro harus menghentikan pertandingan beberapa menit setelah sebuah lemparan mengenai hakim garis. Meski berada dalam tekanan, Real Madrid menang 1-2.

Kejadian itu menjadi penanda hal yang lebih mengerikan pada musim berikutnya, 1981/1982. Sekali lagi Real Madrid mendatangi Reyno de Navarra yang saat itu masih bernama El Sadar.

21 Februari 1982: hari paling mengerikan bagi Juanito, legenda Real Madrid. Ia dikenal sebagai pekerja keras bagi fans Los Blancos sehingga setiap menit ke-7 dalam setiap laga, para fans selalu menyanyikan lagu spesial untuknya sesuai nomor yang melekat pada kostum Juanito.

Namun, bagi fans lawan, Juanito adalah monster yang harus dienyahkan. Sidomi pernah menampilkan aksi brutalnya saat menghajar muka Lothar Matthaeus tanpa ampun dengan sepatu bola.

Dalam laga melawan Osasuna pada Februari 1982 tersebut, Juanito “terkena batunya”. Fans Osasuna melemparkan anak babi ke tengah lapangan saat istirahat. Istimewa, karena anak babi itu mengenakan seragam nomor 7 Real Madrid lengkap dengan nama punggung Juanito. Entah terpengaruh oleh insiden ini atau tidak, Real Madrid menyerah 3-2 atas tuan rumah.

Tahun demi tahun berlalu. 5 Oktober 1986, sebuah baut menghantam kepala pemain Real Madrid, Ricardo Gallego. Bahkan, hingga tahun 2003, pemain Real Madrid beberapa kali mendapatkan teror lemparan benda-benda misterius. Kasus terakhir adalah yang dialami David Beckham pada 29 November 2003. Ketika itu ia harus menyingkirkan benda lemparan penonton ketika mengambil sepak pojok.

Osasuna

Jeruk, botol, sekrup, kacang, anak babi, hingga spanduk pelecehan. semua pernah dialami Real Madrid hingga musim 2002/2003. Kini, meski fans Osasuna tak seberingas dahulu, terutama sejak stadion mereka berubah nama menjadi Reyno de Navarra, ancaman yang lebih serius bukan tidak mungkin datang.

Masih ingat dengan kekalahan kedua Barcelona musim ini? Osasuna pelakunya. Ketika itu, semua orang berkata, El Barca akan memetik angka penuh di Reyno de Navarra. Dengan ampuh, Osasuna menghukum Barcelona yang dominan dalam ball possessions, namun lemah dalam penyelesaian akhir.

Kini, Real Madrid berharap takdir lain yang menyapa mereka di Reyno de Navarra yang secara harafiah berarti Kerajaan Navarra. Ya, Selamat Datang di Kerajaan Osasuna ini, Real Madrid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda