Scroll to Top

Gol Karim Benzema Mirip Gol Marco Van Basten di Final Euro 1988?

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 03 Apr 2012

Gol Karim Benzema bagaikan berasal dari luar planet ini. Demikian kata Jose Mourinho untuk melukiskan kehebatan penyerang internasional Perancis ini saat menghadapi Osasuna. Ketika itu, di menit 7, Benzema menerima umpan brilian dari Cristiano Ronaldo yang menyisir sisi kanan pertahanan Osasuna.

Osasuna vs Real Madrid 1-5

Benzema tidak menembak ke tiang dekat. Dengan tendangan voli, ia memutuskan untuk mengarahkan bola melambung ke sudut jauh. Kiper mana pun di dunia tak akan mampu menghentikan bola semacam itu. Wajar jika Andres Fernandez hanya bisa terpana ketika Si Kucing merobek gawang.

http://www.youtube.com/watch?v=hyXNgrgo3kM&list=UUgJU3kXqi2Y1uYD-rNzB85A&index=16&feature=plcp

Ini adalah gol ke-17 Benzema di Liga Spanyol; atau gol ke-28-nya sepanjang musim. Cuma butuh tiga gol lagi baginya untuk melewati catatan tersubur dalam semusim sepanjang karier pemain berusia 24 tahun.

Puncak karier Benzema sejauh ini terjadi pada musim 2007/2008. Ketika itu, masih mengenakan seragam Olympique Lyonnais, Benzema mampu mengoleksi 31 gol dalam 52 penampilan. Kini, baru 42 kali bertanding, koleksinya sudah di angka 28.

Nah, bicara gol Benzema saat melawan Osasuna akhir pekan lalu, ada hal yang unik. Gol yang bagi Jose Mourinho asing ini, cukup mirip dengan gol Marco Van Basten di final Euro 1988.

Ketika itu Belanda berhadapan dengan Uni Sovyet (sekarang Rusia) di Olympiastadion, Muenchen. Skor sudah 1-0 berkat gol Ruud Gullit di menit 32.

Di menit 54, terjadilah gol spektakuler itu. Kesalahan pemain Uni Sovyet, Alexandre Zavarov, membuat Adri van Tiggelen mendapatkan bola. Bergerak ke depan, van Tiggelen melepaskan umpan melebar kepada Arnold Muhren. Dengan jitu, Muhren melepaskan umpan silang ke kotak penalti Uni Soviet.

Bola mengarah pada Marco Van Basten. Jaraknya delapan meter dari gawang. Sayang, posisi Van Basten hanya lima atau enam meter dari garis. Satu-satunya pilihan adalah memberi umpan kepada Ruud Gullit.

Alih-alih mengumpan, Van Basten justru melepaskan tembakan voli yang menghukum salah satu kiper terbaik dunia saat itu, Rinat Dassayev. Terkuncilah sudah pertandingan. Belanda menghantam Uni Soviet dengan skor 2-0. Tim Oranje pun sukses meraih gelar Euro pertama dan satu-satunya hingga saat ini.

Dua gol spektakuler dari dua pemain kelas dunia. Seperti kata kebanyakan komentator, kita hanya bisa melihat gol ini sesekali saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda