Scroll to Top

Liga Inggris: Investasi Sia-Sia Liverpool?

By Wan Faizal / Published on Tuesday, 03 Apr 2012

Sungguh tragis nasib Liverpool musim ini. Bertekad meraih gelar liga di awal musim, namun kenyataan yang ada justru sebaliknya. Jangankan meraih gelar juara, menempati slot terakhir zona Eropa saja mereka cukup kesulitan.

Carroll-Downing

Jika melihat investasi yang dilakukan oleh The Reds sejak kedatangan Kenny Dalglish sebagai manajer, bisa dibilang investasi tersebut telah berakhir sia-sia, setidaknya hingga saat ini.

Lihat saja deretan nama-nama pemain yang diboyong Liverpool di era King Kenny. Kecuali Craig Bellamy dan Alexander Doni yang diangkut secara gratis dari Manchester City dan AS Roma, para pemain lain berharga cukup mahal.

Luis Suarez (22,8 juta pounds), Andy Carroll (35 juta pounds), Jordan Henderson (16 juta pounds), Stewart Downing (20 juta pounds), Sebastian Coates (7 juta pounds), Jose Enrique (5,5 juta pounds), dan Charlie Adam (7 juta pounds, bisa meningkat menjadi 9 juta pounds tergantung dari performa Adam).

Dari sederet nama tersebut, praktis hanya Adam, Bellamy, dan Enrique yang bisa dibilang menjadi pembelian yang cukup berhasil jika dilihat dari kontribusi mereka.

Sementara itu bagi Henderson dan Downing, meski banyak mendapatkan kesempatan bermain, mereka belum mampu menunjukkan kepantasan harga mahal yang melekat pada diri mereka. Coates dan Doni malah menjadi “teman setia” Dalglish di bench Liverpool.

Bagaimana dengan Suarez dan Carroll. Meski memiliki nama besar, keduanya ternyata tak mampu meningkatkan produktivitas Liverpool karena sejauh ini Liverpool cuma bisa mencetak 36 gol. Mereka bahkan hanya unggul tiga gol dari Wolverhampton, tim yang menghuni dasar klasemen.

Gerrard-Reina

Data dari PA Sport lebih menegaskan lagi betapa buruknya kinerja lini depan Liverpool. Mereka menjadi tim yang paling tidak efisien dalam mengkonversi peluang menjadi gol. Sungguh ironis untuk tim sekelas Liverpool yang dihuni sederet nama besar di dalamnya.

Enam kekalahan dalam tujuh laga terakhir semakin memperjelas kinerja para punggawa Liverpool. Hasil yang dikecam oleh salah satu punggawa Liverpool, John Aldridge.

“Kalah enam kali dalam tujuh pertandingan terakhir di liga adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi. Kami tidak bisa menerima hal tersebut. Liverpool telah menjadi bahan tertawaan karenanya,” kecam Aldridge.

Well, menarik ditunggu bagaimana kerja keras Dalglish untuk mengembalikan nama besar Liverpool di musim ini, dan musim depan tentunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda