Scroll to Top

Beginilah Cara Pemain Klub Divisi Tiga Liga Spanyol Menuntut Tunggakan Gaji Empat Bulan

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 03 Apr 2012

Para pemain yang berlaga di Liga Indonesia, terutama yang belum menikmati uang lelah selama beberapa bulan, tidak perlu kehabisan akal untuk menuntut gaji yang ditunggak. Asalkan para pemain ini punya nyali, mereka bisa mencontoh aksi pemain klub Ceuta, tim di Segunda Division B, atau divisi tiga Liga Spanyol.

Ceuta

Tidak selamanya diam itu emas. Jika sudah menyangkut urusan perut, seseorang berhak menuntut. Apalagi jika kewajiban sudah dilaksanakan, dan hak tidak juga didatangkan.

Demikianlah gambaran perasaan para pemain Ceuta. Klub yang baru berdiri pada tahun 1996 ini, sebenarnya termasuk klub terkaya di Segunda Division B. Namun, apa boleh buat. Krisis keuangan Eropa ternyata juga bisa membuat klub ini bergelut dalam masalah keuangan.

Saat ini Ceuta tengah mengalami kesulitan untuk bertahan di tempat latihan di San Juan de Aznalfarache (Sevilla). Masalahnya, klub ini belum membayar biaya sewa tempat latihan selama enam bulan. Padahal, ongkosnya cuma sekitar 1000 euro perbulan (dengan demikian 6000 euro). Jika tidak membayar pada akhir minggu ini, kemungkinan Ceuta harus mencari tempat latihan baru.

Hal ini hanya sebuah contoh kecil. Sebelumnya, awal musim Ceuta sudah mulai sesak napas. Kalau biasanya klub ini mendapatkan dana segar sebesar 1,2 juta euro, maka pada musim 2011/2012, dana itu disunat menjadi 400.000 euro saja.

Kelimpungan dalam mengontrol pembiayaan klub, salah satu cara yang paling umum adalah menunda pembayaran gaji. Hingga saat ini, staf dan pemain Ceuta sudah merasakan kekeringan tidak dibayar selama empat bulan.

Tak mendapatkan hak, akhirnya para pemain tidak tahan lagi. Pada pertandingan melawan Cacereno akhir pekan lalu, senjata ampuh pun dikeluarkan. Pemain Ceuta sepakat membawa spanduk bertulisan “Basta de mentiras!!! Paga ya!!” atau berarti “Tak ada kebohongan lagi! Bayar!”

Sayang, dalam pertandingan ini, setelah mempertontonkan spanduk yang membuka “aib” klub, para pemain Ceuta seperti tidak berniat berlaga menghadapi Cacereno. Buktinya, meski sudah unggul 2-0 di babak pertama, Ceuta terbobol 3 gol di babak kedua. Hebatnya, Cacereno mampu mencetak 3 gol dalam 19 menit terakhir.

Saat ini Ceuta berada di peringkat 13 klasemen sementara grup 4 Segunda Division B. Namun, karena mereka baru bermain 32 kali, sementara klub-klub lain sudah 33 dan 34 kali, bukan tidak mungkin peringkat klub ini melesat ke zona meraih tiket Copa del Rey musim depan.

Media Spanyol menyoroti keadaan Ceuta, sebagai klub kaya yang menjadi korban krisis ekonomi Eropa. Sementara, kita bisa menyoroti hal lain: para pemain yang berani menyuarakan hak tanpa perlu takut kepada direksi klub yang seolah “memerah” mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda