Scroll to Top

Etika Mengakhiri Hubungan Cinta

By Ilham Choirul / Published on Friday, 06 Apr 2012

putus cinta

Tidak selamanya sebuah hubungan cinta itu langgeng. Boleh saja di awal hubungan merasa cocok satu sama lain. Namun, ketika sudah dijalani beberapa waktu dan tabiat asli pasangan terungkap, rasa bosan atau kecewa mungkin memuncak.

Berpisah menjadi pilihan terakhir bagi pasangan yang sudah merasa tidak cocok. Daripada hubungan semakin tidak nyaman, berpisah mungkin menjadi jalan terbaik. Namun, Anda juga harus memperhatikan etika saat menyampaikan kabar buruk itu.

  • Ungkapkan alasan putus dengan jujur. Anda memiliki hubungan dengan cara yang baik. Begitu kalau putus, lakukan dengan cara aik pula. Sampaikan alasan sebenarnya Anda ingin putus dan hindari pertentangan.
  • Jangan minta putus lewat ponsel. Hadapi keputusan untuk meninggalkan kekasih Anda dengan bicara empat mata. Itu lebih sopan dibanding lewat SMS atau telepon.
  • Ambil keputusan berpisah saat hati sudah yakin. Jangan sampai setelah berpisah malah Anda menginginkan berhubungan lagi.
  • Sampaikan saat kondisi tepat. Pastikan situasi dan kondisi si dia baik-baik saja. Tunda dulu niat berpisah Anda jika dia sedang dalam keadaan berduka atau di waktu yang tidak tepat lainnya.
  • Minta putus kadang berbuntut risiko. Ada orang yang tidak mau diputus. Kalau sampai putus, dia mungkin melakukan tindakan di luar akal sehat. Misalnya bunuh diri atau malah melukai Anda. Oleh karena itu, sampaikan niat putus Anda dengan mempelajari kedewasaan si dia terlebih dulu dalam menerima kenyataan pahit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda