Scroll to Top

Saat Athletic Bilbao vs Racing Santander Berakhir 9-5

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 06 Apr 2012

Berapa skor yang diharapkan dalam sebuah pertandingan? 7-3 seperti laga Real Madrid menghadapi Eintracht Frankfurt pada final European Cup musim 1959/1960? 5-4 seperti duel antara Deportivo Alaves melawan Liverpool di final Piala UEFA 2000/2001?

Bilbao vs Santander

Sulit membayangkan kalau di level tertinggi kompetisi sebuah negara seperti Spanyol, pernah ada skor yang lebih besar daripada sekadar 7-3 atau 5-4 tersebut. Skor ini terjadi dalam duel Athletic Bilbao menghadapi Racing Santander. Kita mungkin akan menyebut skor ini hanya ada di alam mimpi, tapi benar-benar terjadi: 9-5.

Kejadiannya sudah lama berlangsung, tepatnya pada 5 Februari 1933 yang bertepatan dengan jornada 11 Liga Spanyol musim 1932/1933.

Athletic Bilbao saat itu berada di peringkat ketiga klasemen sementara Liga Spanyol. Mereka tertinggal 3 angka dari Real Madrid. Sementara Racing Santander meraih tujuh angka; cuma satu poin dari Alaves yang menjadi tim terbawah.

Duel di San Mames pun berjalan panas. Victorio Unamuno sempat membawa Athletic unggul 1-0 di menit 2. Namun, Santander langsung membalas dua menit kemudian melalui Cisco.

Gorostiza mencetak gol kedua Bilbao di menit 15. Santander tak mau menyerah. Jose Perez Allende menyamakan kedudukan tiga menit kemudian.

Bilbao kembali unggul; lagi-lagi melalui Unamuno di menit 22. Gorostiza memperlebar jarak menjadi 4-2 sembilan menit kemudian. Santander merespons lewat Jose Perez menit 37.

Hujan gol benar-benar terjadi ketika Irarragori mencetak gol di menit 40 sekaligus membawa Bilbao sementara menang 5-3. Skor inilah yang menutup babak pertama.

Dengan angka yang demikian besar, barangkali pengunjung Katedral, julukan San Mames, mengira hanya akan ada satu atau dua gol tambahan di babak kedua. Namun, mereka salah. Ada enam gol lain yang membuat penonton tertawa terlalu puas.

Jose Perez membuat keadaan menjadi 5-4 di menit 48. Namun, ketika Racing Santander seakan bisa mengejar ketertinggalan, tiga gol beruntun bersarang ke gawang mereka.

Unamuno mencetak dua gol, masing-masing di menit 63 dan 73. Di sela-sela golnya, Gorostiza mengoyak gawang Sola, kiper Racing Santander di menit 67.

Tertinggal 8-4, Racing memburu skor. Gol hiburan hadir di menit 75 melalui Jose Antonio Loredo.

Namun, Bilbao menutup pertandingan dengan gaya. Agustin Sauto Arana atau Bata menutup laga dengan golnya di menit 89. Skor pun nyaris tak mungkin dilampaui siapa pun di era modern: 9-5.

Di akhir kompetisi, Bilbao cuma mampu duduk di peringkat kedua; terpaut 2 angka dari sang juara, Real Madrid. Sementara itu, Racing Santander selamat dari degradasi karena mengumpulkan 14 poin; 2 angka lebih baik daripada Alaves.

Hingga saat ini, rekor 14 gol yang tercipta di pertandingan ini menjadi rekor jumlah gol terbesar di Liga Spanyol. Pada peringkat kedua, ada skor laga Athletic Bilbao vs Barcelona pada musim 1930/1931 yang berakhir 12-1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda