Scroll to Top

Ketika Josep Guardiola dan Roberto Di Matteo Bertarung di Lapangan Hijau

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 07 Apr 2012

12 tahun lalu mereka bertarung di lapangan. 12 tahun lalu mereka saling mengalahkan. Kini, lebih dari satu dasawarsa tak bersua, Josep Guardiola dan Roberto Di Matteo kembali harus saling “membunuh”.

Roberto di Matteo

Ada masa ketika Chelsea belum dikuasai Roman Abramovich; masa ketika mereka hanya menjadi penguntit Arsenal dan Manchester United. Masa ketika generasi Roberto Di Matteo di Stamford Bridge terkenal dengan permainan mereka yang menghibur.

Ya, akhir era 1990-an hingga awal 2000-an, sebelum Chelseakolaps oleh kondisi keuangan, The Blues cukup dipuji berkat gaya mereka bermain dalam era pelatih Ruud Gullit dan Gianluca Vialli. Saat itu, sosok Roberto Di Matteo masih berseragam Chelsea.

Pada saat bersamaan, Josep Guardiola tengah menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Jebolan akademi La Masia juga tengah menikmati kejayaan Barcelona era Louis Van Gaal.

Kedua pemain ini pun bertemu di perempat final Liga Champions musim 1999/2000; laga yang sampai sekarang layak disebut salah satu laga paling mendebarkan.

Chelsea sempat unggul di leg pertama dengan skor 3-1. Gianfranco Zola dan Tore Andre Flo (dua gol) sempat membuat The Blues melayang tinggi sebelum akhirnya Luis Figo mampu mencetak satu gol di menit 64. Laga ini berlangsung pada 5 April 2004.

Dalam duel ini, Roberto Di Matteo turun di menit 70 menggantikan Dan Petrescu. Sementara, Pep Guardiola tidak hadir untuk menggalang lini tengah Barcelona.

Josep GuardiolaSelang dua minggu, kedua tim bertemu. Dua jenderal lapangan tengah pun diadu.

Di Matteo ditemani Didier Deschamps, Dennis Wise, dan Jody Morris.

Sementara Pep bersatu dengan Philip Cocu, dan Boudewijn Zenden di lini tengah Barcelona.

Banyak yang berkata, Chelsea pasti akan melenggang karena kemenangan yang terlalu besar di leg pertama. Namun, apa daya. Rivaldo dan Luis Figo membuat skor 2-0 di babak pertama.

Chelsea sempat memperkecil kekalahan melalui Flo di menit 60. Namun, Barcelona berhasil memaksakan babak perpanjangan waktu setelah Dani mencetak gol di menit 83.

Dengan kehilangan Celestine Babayaro yang mendapatkan kartu merah di menit 98, Chelsea semakin frustrasi di Camp Nou. Hasilnya, Rivaldo dan Patrick Kluivert mencetak masing-masing satu gol untuk kemenangan 5-1. Barcelona lolos ke babak semifinal dengan agregat 6-4.

Duel Josep Guardiola dan Roberto di Matteo di lapangan hijau, berakhir dengan kemenangan Barcelona. Kini, 12 tahun berlalu, caretaker sementara Chelsea mungkin saja memiliki keberuntungan lain yang mungkin akan menaklukkan Josep Guardiola yang lebih muda delapan bulan darinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda