Scroll to Top

Real Zaragoza Ujian Penting Barcelona

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 07 Apr 2012

Hingga 6 Februari 2012, Real Zaragoza adalah klub paling menderita di Liga Spanyol. Bermain 21 kali, mereka cuma meraih 2 kemenangan dan 6 kali seri. Selebihnya, Zaragoza bagaikan tuan rumah yang baik; memberikan diri mereka sendir sebagai santapan lawan. Atau, tamu yang tak kalah sopan pula; membiarkan gol demi gol menghuni gawang.

Zaragoza vs Barcelona

Semua berubah pada pekan 22 dan dengan cara yang tidak disangka-sangka. Datang ke Cornella El-Prat, Zaragoza malah bisa menekuk klub yang sempat berpotensi masuk ke Liga Champions, Espanyol. Kemenangan 0-2 saat itu mengobati kerinduan fans yang sudah empat bulan tak merasakan nikmatnya meraih tiga poin.

Setelah laga melawan Espanyol, Zaragoza memang sempat limbung lagi. Mereka dihajar Real Betis 0-2 dan dilumat Real Sociedad 5-1. Namun, momentum sudah didapatkan. Pasukan Manolo Jimenez pun tampil menggila dalam enam pertandingan terakhir.

Empat kemenangan, sekali seri, dan sekali kalah. Zaragoza seolah lupa bagaimana rasanya menjadi tim pecundang berbulan-bulan. Bahkan dalam tiga laga terakhir, klub yang berdiri pada 1932 meraih tiga kemenangan beruntun: 3 angka di Mestalla saat menekuk Valencia 1-2; membekap Atletico Madrid 1-0, dan terakhir mengubur Sporting Gijon 1-2.

Barcelona, yang juga mengalami kebangkitan pada Februari —setelah rangkaian laga buruk sepanjang Januari— akan mencoba peruntungan mereka di La Romareda, kandang Zaragoza.

Memang, dari segi sejarah paling mutakhir, Barcelona seolah mampu dengan mudah mendapatkan tiga angka. Dalam enam pertemuan terakhir, El Barca meraih 5 kemenangan. Kemenangan terakhir Zaragoza atas pasukan Catalan terjadi pada 7 April 2007 lewat gol tunggal pemain yang sekarang berkostum Internazionale, Diego Milito.

Bagi Barcelona, tidak ada hal yang bisa ditawar. Kemenangan harus digenggam dalam laga ini. Apalagi sehari berikutnya, Real Madrid akan menghadapi Valencia di Santiago Bernabeu. Andai El Barca menang, apalagi dengan skor besar, Madrid bukan tidak mungkin cuma meraih hasil seri. Dengan demikian, jarak mereka tinggal 4 angka.

Namun, Zaragoza tak mungkin menyerah begitu saja. Selisih empat poin dari Villarreal yang duduk segaris di atas zona degradasi masih bisa dikejar dalam delapan pertandingan terakhir; termasuk jika mampu menaklukkan pasukan Josep Guardiola.

Sedikit mustahil memang. Namun, tidak ada yang pernah mengira Getafe dan Osasuna, dengan strategi ultra defensif, mampu menggulung Barcelona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda