Scroll to Top

Cuma Villarreal Yang Mematahkan Dominasi Barcelona-Real Madrid dalam 8 Tahun

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 10 Apr 2012

Liga Spanyol memasuki pekan 31. Tidak ada lagi klub yang mampu mengejar perolehan Real Madrid dan Barcelona. Andai kedua klub senantiasa kalah dalam tujuh laga terakhir, Malaga sang peringkat ketiga tak mungkin duduk di peringkat kedua sekalipun.

Villarreal

Maksimal Malaga akan mendapatkan 71 poin jika meraup 7 kemenangan dalam 7 laga tersisa. Sementara, poin Real Madrid dan Barcelona saat ini berturut-turut adalah 79 dan 75. Liga Spanyol akan berakhir dengan cara serupa layaknya tiga tahun terakhir.

Semua orang mungkin masih mengingat bagaimana Valenciamerampas mahkota juara La Liga pada musim 2003/2004. Sempat terpaut 8 angka dari Los Galacticos Jilid I, Valencia akhirnya keluar sebagai pemuncak. Sebaliknya, Real Madrid yang musim tersebut lebih mirip mesin bisnis daripada klub sepakbola, tercecer di peringkat empat.

Namun, keberhasilan Valencia 8 musim lalu menjadi kesuksesan terakhir klub non-duo El Clasico di Liga Spanyol. Selebihnya, dalam tujuh musim terakhir, sejak 2004/2005, Barcelona dan Real Madrid bergantian menduduki singgasana tertinggi.

No Musim Peringkat 1 Peringkat 2 Keterangan
** 2003/2004 Valencia Barcelona Real Madrid peringkat empat
1 2004/2005 Barcelona Real Madrid
2 2005/2006 Barcelona Real Madrid
3 2006/2007 Real Madrid Barcelona
4 2007/2008 Real Madrid Villarreal Barcelona peringkat ketiga
5 2008/2009 Barcelona Real Madrid
6 2009/2010 Barcelona  Real Madrid
7 2010/2011 Barcelona Real Madrid
8 2011/2012 Madrid/Barca Barca/Madrid

Bahkan, untuk urusan peringkat kedua sekalipun, klub di luar Real Madrid dan Barcelona cuma bisa berkhayal di alam mimpi. Ditambah dengan musim ini, tercatat sudah tujuh dari delapan musim, klub-klub Liga Spanyol cuma menjadi penggembira di bawah El Real dan El Barca.

Satu-satunya klub yang mampu mendobrak dominasi Real Madrid dan Barcelona adalah Villarreal pada musim 2007/2008. Ketika itu, Kapal Selam Kuning mampu merebut posisi runner-up. Bahkan, Nihat Kahveci dkk. sukses membuat margin 10 angka dari Barcelona yang duduk di peringkat ketiga.

Musim 2007/2008 sendiri berakhir lebih awal. Real Madrid sukses mengamankan gelar di pekan 35 setelah menang 3-0 atas Athletic Bilbao. Sementara, meski Villarreal menekuk Real Betis 0-1, margin saat itu tetapt 10 angka; tak terkejar dalam tiga pertandingan tersisa.

Kini, sejak Pep Guardiola membawa Barcelona sebagai standard klub terbaik dunia, penguasa liga tak lagi terganti. Real Madrid mungkin saja menjadi pemenang musim ini. Namun, ujung-ujungnya sama seperti tiga tahun lalu:  Liga Spanyol hanya menghasilkan dua petarung yang saling bunuh hingga akhir musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda