Scroll to Top

Rayo Vallecano Tim Tersubur di Liga Spanyol Setelah Real Madrid dan Barcelona

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 11 Apr 2012

Apa yang dibayangkan orang ketika mendengar label “tim terproduktif” melekat pada sebuah klub? Barangkali, klub ini tengah merangsek untuk mendapatkan gelar juara. Mungkin pula, setidaknya klub tersebut mati-matian bersaing demi tiket Liga Champions. Paling sial, klub tadi berkejaran untuk Europa League. Namun, hal ini tidak tergambar dari Rayo Vallecano; setidaknya hingga pekan 31 Liga Spanyol.

Rayo Vallecano vs Osasuna 6-0

Dengan meluluhlantakkan Osasuna 6-0, Rayo tercatat sebagai klub tersubur ketiga di La Liga. Mereka memang jauh berada di bawah Real Madrid (100 gol, 31 pertandingan) atau Barcelona (94, 32 pertandingan). Jumlah gol Rayo bahkan tidak ada setengahnya dari jumlah gol Real Madrid. Namun, dibandingkan 17 peserta La Liga lain, klub Vallecas layak membanggakan diri.

48 gol yang dibuat Rayo hingga pekan 31 lebih baik daripada Malaga (47 gol), Valencia (46 gol), Bilbao (45 gol), Levante (44 gol), dan Atletico (42 gol). 12 klub lain belum mampu mencetak lebih dari 39 gol hingga sejauh ini.

Sayangnya, produktivitas Rayo tidak diimbangi tiga hal; dua di antaranya cukup mendasar; dan yang terakhir bisa diabaikan.

Yang pertama, kesuburan Rayo tidak didukung dengan lini pertahanan yang mumpuni. Hingga pekan 31, klub pinggiran Madrid ini duduk di peringkat ketiga urusan terbobol. Gawang klub Vallecas sudah terkoyak 53 kali; lebih buruk dari Osasuna (52 kali) sekaligus lebih baik daripada Real Zaragoza (56 terbobol) dan Sporting Gijon (58 gol).

Yang kedua, jumlah poin. Saat ini, dengan ketajaman yang tak sesuai dengan pertahanan klub, Rayo masih tercecer di papan tengah (peringkat 12). Mereka memperoleh 40 angka; cukup jauh dari Malaga yang di peringkat ketiga dengan 50 angka. 12 kemenangan Rayo dijajarkan dengan 15 kekalahan mereka sepanjang musim.

Yang ketiga, yang sedikit ironis, dengan produktivitas mumpuni, top skorer klub bukanlah penyerang. Pencetak gol terbanyak kubu Rayo Vallecano adalah seorang Miguel Perez Cuesta atau Michu yang memperoleh 15 gol. Barulah setelahnya muncul duo penyerang. Diego Costa dengan 7 gol, dan Raul Tamudo dengan 8 gol. Uniknya, jika jumlah gol duo striker Rayo ini digabung sekalipun; hasilnya tetap sama dengan jumlah gol Michu.

Kendala terakhir, tentang seorang gelandang yang produktivitasnya di atas dua penyerang utama klub, tentu tak terlalu bermasalah untuk Rayo.

Josep Guardiola mungkin menjadi penemu skema False Nine (Nomor Sembilan Palsu) dengan meletakkan Lionel Messi sebagai penyerang; sementara para penyerang klub diminta untuk melebar dan mengumpan kepada sang nomor 10. Namun, masalah praktik False Nine, dengan status Michu yang murni gelandang, pelatih Rayo saat ini, Jose Ramon Sandoval, tampaknya tak mau kalah dengan Pep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda