Scroll to Top

Santi Cazorla Tidak Merayakan Gol ke Gawang Villarreal

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 13 Apr 2012

Santi Cazorla menerima bola di luar kotak penalti Villarreal. Dengan dua sentuhan sambil masuk ke daerah 16 meter, dilepaskannya tembakan yang meluncur ke sudut jauh gawang Diego Lopez. Gol. Namun, sang pemain tampak diam membisu.

Santi Cazorla

Meskipun rekan-rekan sesama pemain Malaga memeluk Cazorla, sang gelandang Spanyol tetap terdiam. Ia hanya melepaskan senyum tanda kebahagiaan mencetak gol. Ada apakah gerangan? Apakah Cazorla terlibat dalam skandal pengaturan skor?

Tentu saja tidak. Santi Cazorla hanya melakukan apa yang semestinya dilakukan. Ya, Villarreal merupakan klub yang menetaskan gelandang berusia 27 tahun ini di ajang Liga Spanyol, 10 tahun lalu.

Lahir di Llanera, Asturia, Santi Cazorla memulai karier juniornya bersama Real Oviedo, klub setempat. Namun, beberapa bulan sebelum ulang tahun ke-18, Villarreal sukses “menculik” sang pemain untuk bermain bersama Kapal Selam Kuning.

Cazorla tidak langsung mendapatkan posisi utama di Villarreal. Seperti para pemain hebat lain, Cazorla mesti melewati masa inisiasi bersama Villarreal B selama dua musim, tahun 2002 hingga 2004. Sepanjang waktu tersebut, bakat Cazorla sudah dilirik oleh tim utama.

Maka, pemain kelahiran 1984 pun memulai laga debutnya bersama Villarreal pada 30 November 2003. Sayang, Santi Cazorla hanya bermain semenit dalam laga yang dimenangi klubnya 1-0 atas Deportivo La Coruna.

Debut memang kurang meyakinkan. Namun, seiring dengan waktu, Cazorla menjadi salah satu tulang punggung Villarreal. Termasuk ketika Kapal Selam kuning berhasil meraih peringkat ketiga Liga Spanyol musim 2004/2005. Hal yang membuat mereka berhak tampil di Liga Champions musim berikutnya.

Kejutan pun hadir di musim pertama Villarreal bermain di kompetisi tertinggi Eropa. Mereka sampai ke semifinal Liga Champions 2005/2006. Sayang, Arsenal menghentikan langkah Kapal Selam Kuning lewat agregat tipis 1-0.

Santi Cazorla 2

Cazorla sempat pindah ke Recreativo Huelva pada musim 2006/2007 dengan biaya transfer 600 ribu Euro. Cuma semusim di klub spesialis Segunda Division, ia mampu membuat Huelva duduk di posisi terbaik dalam sejarah klub tersebut: peringkat delapan di klasemen akhir.

Villarreal pun tak mau lagi kehilangan Cazorla. Musim 2007/2008 mereka kembali membeli Cazorla dengan harga dua kali lipat. Pada percobaan keduanya di Villarreal inilah Santi Cazorla semakin menjadi. Dalam lima musim terakhir, Kapal Selam Kuning menjadi klub papan atas Liga Spanyol berkat kontribusinya.

Awal musim ini, EuroMalaga, julukan Malaga, memboyong sang pemain dengan harga hampir 20 kali lipat dari harga transfer sebelumnya. Namun, kenangan tujuh musim bersama klub kota Vila-real tak pernah luntur. Di sinilah Cazorla memulai karier; dan ia tahu cara menghormati jasa klub lamanya tersebut.

http://www.youtube.com/watch?v=_cv4ypTdzAk

Sebelum laga menghadapi Villarreal tadi pagi, Cazorla berkata, “Untuk menghormati mereka yang bertahun-tahun menjadi rekan saya, jika saya memiliki keberuntungan untuk mencetak gol, saya tidak akan merayakannya.”

Banyak pemain yang pernah melakukan hal serupa seperti Cazorla. Hal inilah yang membuat sepakbola bukan hanya sebuah pertandingan; tetapi sebuah kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda