Scroll to Top

Liga Spanyol: Jika Duduk di Empat Besar, Prestasi Terbaik Malaga Sepanjang Masa

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 18 Apr 2012

Uang bisa mengubah segalanya. Apa pun hasil yang didapatkan Manchester City tahun ini, yang jelas mereka bukan lagi klub yang berkutat di zona degradasi seperti enam-tujuh tahun lalu. Demikian pula Malaga. Klub yang mendapatkan label “EuroMalaga” berubah dari klub gurem menjadi pengincar tiket Liga Champions, hanya dalam waktu kurang dari dua tahun.

Malaga vs Santander 3-0

Sheikh Abdullah Bin Nassar Al-Thani ‘cuma’ bermodalkan uang 36 juta Euro untuk membuat klub Andalusia berada di bawah kakinya pada pertengahan Juni 2010. Terinspirasi dengan keberhasilan Manchester City di Liga Inggris (yang saat itu juga belum mendapatkan gelar tetapi sudah menakuti dunia dengan uang), Syeikh Al-Thani memboyong pemain-pemain gaek untuk datang ke kebun mawar bernama La Rosaleda.

Muncullah Enzo Maresca, Martin Demichelis, dan Julio Baptista untuk menyelamatkan Malaga dari zona degradasi. Ditambah kehadiran Manuel Pellegrini, Malaga mencapai peringkat 11 di musim pertama rezim sang syekh.

Musim ini, semakin banyak pemain yang disuplay untuk membantu Pellegrini. Termasuk  Ruud Van Nistelrooy, Santi Cazorla, dan Isco. Lebih dari 50 juta Euro digelontorkan untuk Los Boquerones.

Prestasi pun hadir. Meski sempat terlunta-lunta di pertengahan musim, kini Malaga bisa membidik zona Liga Champions dengan sedikit nyaman. Unggul tiga angka dari Levante dan menyisakan lima partai, rasanya tiket ke kompetisi tertinggi Eropa bisa digapai Malaga. Kecuali, ya kecuali, nyali mereka menciut ketika bertemu tiga klub besar dalam sisa laga di Liga Spanyol.

Valencia, Barcelona, dan Atletico Madrid akan dihadapi berturut-turut pada pekan 35 hingga 37. Tolak ukur yang tepat apakah klub kaya baru ini sudah menjelma sebagai kekuatan tangguh atau belum.

Yang jelas, dalam sejarah klub yang berganti-ganti nama ini, prestasi terbaik adalah pada musim 1971/1971 dan 1973/1974 saat bernama Club Deportivo Malaga. Ketika itu mereka duduk di peringkat tujuh klasemen akhir.

Sejak bernama Malaga CF (mulai musim 1994/1995), prestasi terbaik malaga adalah peringkat delapan pada musim 2000/2001 dan 2008/2009. Artinya, berada di level zona Liga Champions tak hanya membuat tawa sang syekh semakin lebar, tetapi juga membuat Malaga mendapatkan pencapaian terbaik sepanjang sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda