Scroll to Top

Chelsea vs Barcelona: The Blues 100% Menang di Stamford Bridge

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 19 Apr 2012

Di tengah traumatisnya pasukan Barcelona ketika para pemain lawan berkerumun setengah lapangan, Chelsea memastikan kemenangan 1-0. Mengingat partai final terjadi di Allianz Arena (jika Chelsea lolos), maka laga dini hari tadi adalah pertandingan terakhir The Blues di Stamford Bridge musim ini di Liga Champions. Hingga saat ini, 6 laga dimainkan, keenamnya dimenangi Chelsea. Tiga bersama Andre Villas-Boas, tiga bersama Roberto di Matteo.

Chelsea

Chelsea memulai kampanyenya di Liga Champions dalam laga melawan Bayer Leverkusen pada 14 September 2011. Dua gol tercipta; masing-masing dari David Luiz (’67) dan Juan Mata (’92). Kemenangan pertama Andre Villas-Boas bersama The Blues di Eropa.

Setelah sempat ditahan Valencia 1-1 di Mestalla, The Blues kembali merasakan nikmatnya bermain di Stamford Bridge. Menghadapi Racing Genk, klub Belgia, Chelsea memberondong lima gol tanpa balas. Fernando Torres yang sering kehilangan akal di depan kotak penalti lawan, mencetak 2 gol dalam laga tersebut. Selebihnya ada Raul Meireles, Branislav Ivanovic, dan penyerang kurang bertenaga tapi selalu beruntung, Salomon Kalou.

Chelsea kembali merasakan tuah Stamford Bridge di pertandingan terakhir babak penyisihap grup, tepatnya 7 Desember 2011. Meladeni Valencia dan harus memetik tiga angka penuh, The Blues tampil rapi. Mereka memang lebih banyak bertahan, tapi gol Didier Drogba (3′ dan 76′) plus Ramires (22′) mengantar Chelsea menjadi juara grup E. Hal yang membuat mereka cuma bertemu ‘anak bawang’ bernama Napoli di 16 besar.

Rentetan hasil buruk sempat mewarnai perjalanan Chelsea di semua kompetisi menjelang detik-detik penentuan perdelapan final. Mereka juga didepak 3-1 oleh Napoli di San Paolo. Maka, ketika laga berlangsung di Stamford Bridge sudah tidak ada nama Andre Villas-Boas. Roberto Di Matteo sang asisten sudah naik pangkat.

Chelsea 2

Banyak yang pesimis dengan agregat yang harus dikejar oleh The Blues. Tapi Tuhan mungkin tengah berbaik hati mengabulkan doa Roman Abramovich setiap malam: juara Liga Champions. Hasilnya, Didier Drogba (28′), John Terry (47′) dan Frank Lampard (penalti 75′) memaksakan babak perpanjangan waktu. Branislav Ivanovic menjadi penghukum Napoli dengan golnya di menit 105. Lagi-lagi Stamford Bridge sama dengan kemenangan.

Di perempat final, keampuhan Stamford Bridge masih terasa. Chelsea menjamu Benfica yang sudah tertinggal 0-1 di leg pertama. Bermain dengan gaya yang tidak jelas, Chelsea tetap bisa menang 2-1. Setelah gol Frank Lampard di menit 21 (penalti), The Blues membuat para fansnya bersenam jantung sebelum gol cantik Raul Meireles di injury time.

Terakhir, dini hari tadi, lebih dari 38000 penonton menjadi saksi hidup rekor Chelsea 100% menang di kandang. Satu gol Didier Drogba menjadi penghibur para fans yang menutup muka melihat posisi mereka di klasemen Liga Inggris saat ini: peringkat enam di bawah Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Newcastle United. Sekaligus, membuat Roman Abramovich menari kegirangan karena misinya selama sembilan tahun, setengah (agak) berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda