Scroll to Top

Belajar dari Peristiwa “Peretasan” Akun Twitter Julia Perez

By Ibnu Azis / Published on Tuesday, 24 Apr 2012

Twitter Safety

Dalam tiga hari ini linimasa dihebohkan dengan berita ‘peretasan’ akun Twitter Julia Perez oleh hacker yang didalangi satu orang.

Meski masih menjadi simpang siur kebenarannya, apakah akun tersebut diretas atau hanya dibekukan oleh Twitter, setidaknya tweeps bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini.

Pertama, pilih dan ganti secara berkala password Twitter Anda. Julia Perez menyakini jika akunnya diretas. Dengan demikian bisa disimpulkan jika password yang ia pilih lemah.

Memang peretasan tidak selalu bersumber dari lemahnya pemilihan kata sandi. Banyak faktor lain seperti kelalaian atau si peretas adalah orang terdekat.

Namun dengan memilih password yang kuat, dan selalu menggantinya secara berkala, setidaknya akun Twitter Anda akan lebih aman dan sulit untuk dibobol.

Gunakan password dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol serta gantilah secara berkala: dua minggu sekali, sebulan sekali, tiga bulan sekali, dan seterusnya.

Kedua, hati-hatilah dalam berkicau. Kesimpulan lain dari ‘jebolnya’ akun Twitter Julia Perez adalah karena Twitter men-suspended-kanya.

Dengan demikian, mungkin saja ada yang melapor ke Twitter jika akun tersebut melanggar Term of Service (TOS) atau juga persoalan lain.

Maka, jangan asal berkicau. Tulislah tweet yang sopan dan tidak menyinggung perasaan pengguna lain. Jika ada yang report as spam Anda akibat sakit hati, akun Twitter Anda bisa di-suspended pula.

Ketiga, alangkah baiknya untuk menegaskan kembali apa tujuan Anda bermain Twitter. Apakah murni komunikasi dengan teman, atau sekadar asal berkicau.

Jika murni komunikasi dengan teman, lebih bijak jika akun Twitter yang dimiliki diproteksi. Dengan demikian hanya teman-teman Anda yang dapat membaca segala tweets yang dituliskan.

Sebab dari sebuah kicauan, kejahatan bisa muncul serta dipicu. Mungkin Anda tak menyadarinya. Dan orang berniat jahat, siapapun itu, bisa masuk dari sebuah tweet yang Anda tuliskan di Twitter.

Dan yang terakhir lakukan budaya internet sehat di segala ekosistem internet. Jika menerapkannya, kemungkinan besar aktivitas internet Anda akan aman dan jauh dari jangkauan hacker dan peretasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda