Scroll to Top

Ayo Lindungi Anak-Anak Dari Lagu-Lagu Dewasa

By angelberta / Published on Wednesday, 25 Apr 2012

Lindungi Anak Dari Lagu Dewasa

Bila dibandingkan, era 2000-an nampaknya jauh berbeda dengan era sebelum tahun 2000-an, terutama dalam masalah musik dan lagu. Kita tidak bisa memungkiri, bahwa lagu anak-anak kini mulai langka bahkan kasarnya bisa dibilang kandas.

Sehubungan dengan fenomena tersebut, Helmy Yahya mengungkapkan bahwa anak-anak hendaknya harus dilindungi supaya tidak mendengarkan lagu-lagu dewasa yang belum pantas mereka dengar (lagu berisi kata cinta, selingkuh, cemburu, berbau seksualitas dan sebagainya).

“Kita harus menjaga anak-anak gara tidak mendengarkan lagu-lagu yang belum pantas mereka dengar. Start-nya pada orangtua,” ujar Helmy Yahya seperti dilansir dari AntaraNews.

Peran penting dari orangtua tidak cukup untuk melakukan aksi terhadap perlindungan anak. Ruang media seperti radio dan televisi juga harus ikut berperan.

“Kalau orangtua tidak melakukan apa-apa ini tidak akan tergerak. Anak-anak sudah lama dininabobokan dengan lagu-lagu dewasa. Pasar tolong paksa dibuka, karena pada akhirnya tergantung pada industri,” tegas lagi adik kandung Tantowi Yahya tersebut.

Menurut Jan Djuana, produser Sony Music Entertainment Indonesia mengungkapkan bahwa jaman sekarang ini anak-anak dipaksa tua oleh media, dengan mendengarkan lagu-lagu dewasa. Perhatikan saja, anak-anak sekarang ini lebih hafal lagu-lagu dewasa ketimbang lagu anak-anak. Jan Djuana pun berharap bahwa media bisa peduli dan memberikan ruang tersendiri untuk tayangan lagu anak-anak.

“Anak-anak senang mendengarkan lagu-lagu dewasa karena setiap hari disuguhkan seperti itu. Sebenarnya melodinya saja yang mereka suka, lirik lagunya sih mereka tidak mengerti,” ujar Jan Djuana.

Untuk menindaklanjuti rasa kepedulian terhadap fenomena ini, Helmy Yahya dan teman-teman selebriti akan membuat “Gerakan Peduli Lagu Anak“. Tujuannya adalah untuk memopulerkan kembali lagu anak-anak. Dengan begitu diharapkan anak-anak bisa menyanyikan lagu-lagu sesuai dengan usia mereka, bukan lagu-lagu orang dewasa seperti yang terjadi sekarang.

“Gerakan ini untuk mengobati rasa bersalah kami, menebus dosa kami karena membiarkan anak-anak mengkonsumsi lagu-lagu yang belum pantas. Semoga menjadi gerakan nasional,” ungkap presenter sekaligus Raja Kuis Indonesia itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda