Scroll to Top

Gaya Hidup Sembarangan Jadi Pemicu Kanker Usus Besar

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 26 Apr 2012

sakit perut

Mengonsumsi makanan kurang serat bisa memengaruhi kesehatan pencernaan. Usus hingga ke rektum bisa mengalami masalah. Ambeien adalah salah satunya. Namun, yang lebih parah dari itu adalah munculnya kanker atau tumor di bagian pencernaan. Kanker usus besar salah satunya.

Selain kurang serat, gaya hidup tidak sehat dengan mengonsumsi makanan kaya lemak trans dituding juga ikut menimbulkan tumor di usus besar. Pastinya, kanker ini bisa dialami siapa saja dan kapan saja. Hanya saja, memasuki usia 50 tahun lebih rentan terkena masalah ini.

Cara terbaik menangani kanker usus besar adalah pencegahan dan deteksi dini. Makanlah serat dan makanan sehat lainnya. Tidak perlu takut untuk melakukan skrining terhadap kesehatan usus Anda. Menurut penelitian yang dimuat  The New England Journal of Medicine, aspirin bisa mengurangi risiko kanker usus besar dengan meminumnya setiap hari selama 20 tahun. Tapi, minta dulu saran dokter. Lebih disarankan, mencegah kanker usus besar dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Efeknya bukan saja mencegah kanker usus, tetapi menyehatkan seluruh tubuh.

Selain itu, lakukan olahraga menjaga berat badan. Hindari pula merokok atau menjadi perokok pasif. Pasalnya, racun asap rokok memicu munculnya kanker atau tumor yang lokasinya tidak bisa tebak. Kanker paru adalah risiko utama merokok, tapi bisa juga kanker justru muncul di bagian tubuh lain.

Kanker usus besar memiliki tanda yang khas. Kalau tanda ini ada pada diri Anda, baik sebagian atau seluruhnya, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit untuk menegakkan diagnosa atas anomali di pencernaan Anda.

  • Diare atau konstipasi yang tidak kunjung selesai.
  • Rektum terjadi perdarahan atau ada darah dalam tinja.
  • Ukuran kotoran atau feses lebih kecil dari ukuran lebar feses pada umumnya.
  • Sering banyak gas di perut  yang membuat tidak nyaman.
  • Merasa usus tidak pernah sepenuhnya kosong (sebah).
  • Kehilangan berat badan yang tidak wajar.
  • Mengalami anemia yang tidak dapat dijelaskan.
  • Sering mengalami kelelahan yang sifatnya terus-menerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda