Scroll to Top

Mitos dan Fakta Seputar Kesuburan

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 26 Apr 2012

kesuburan

Kesuburan menjadi harapan setiap orang. Orang yang tidak subur (infertilitas) kadang mengalami depresi karena tidak mampu memberikan anak bagi pasangannya. Tidak jarang banyak pasangan memilih cerai karena salah satunya mandul.

Infertilitas dipengaruhi banyak faktor. Misalnya kondisi organ reproduksi, penyakit, kualitas sperma, dan lainnya. Namun, di balik faktor itu juga muncul mitos-mitos yang berkembang seputar infertilitas. Mitos ini ada yang benar dan salah. Berikut ini ulasannya.

  • Infertilitas merupakan masalah wanita. Faktanya, sekitar 40 persen kemandulan dialami pria. Tidak benar jika kemandulan hanya dialami wanita.
  • Stres adalah salah satu penyebab utama ketidaksuburan. Faktanya, stres lebih berpengaruh pada menurunnya libido dan tidak berpengaruh pada kualitas air mani dan sperma.
  • Mendinginkan testis dengan es akan meningkatkan kualitas air mani. Faktanya, cara ini justru membahayakan testis. Yang perlu dihindari adalah mengenakan celana ketat karena bisa meningkatkan suhu skrotum yang mengakibatkan menurunnya kualitas sperma. Menggunakan laptop dengan dipangku juga bisa mengurangi jumlah sperma.
  • Infertilitas hanya dialami pria usia tua. Faktanya, pria muda bisa mengalami masalah jumlah sperma rendah, bahkan tidak memiliki sperma.
  • Merokok dan minum alkohol memengaruhi kualitas sperma. Faktanya, hal tersebut benar. Keduanya adalah racun yang menggerogoti kualitas sperma dan berujung kemandulan.
  • Suplemen gizi tidak membantu meningkatkan kualitas sperma. Faktanya, dalam batas tertentu, beberapa gizi diperlukan oleh sperma. Misalnya vitamin C, E, seng, dan selenium.
  • Radiasi ponsel merusak sperma kala ponsel dibawa di saku celana. Faktanya, hal tersebut masih menjadi perdebatan. Bisa jadi benar, bisa pula salah.
  • Orang yang sudah berhasil memiliki anak pertama, tidak akan mengalami infertilitas. Faktanya, masih mungkin untuk mengalami infertilitas sekunder. Beberapa penyebabnya adalah ovulasi tidak teratur pada wanita, berkurangnya konsentrasi sperma, hingga perubahan hormon yang mempengaruhi pada pria maupun wanita.
  • Kegemukan tidak memengaruhi kesuburan pria. Faktanya, pria dengan indeks massa normal yaitu 20-25 punya kualitas sperma yang lebih baik dibanding yang mengalami kegemukan
  • Bersepeda terlalu sering, bisa memengaruhi kesuburan pria. Faktanya, pengaruh bersepeda lebih pada menurunnya kualitas ereksi daripada kualitas sperma. Kursi sepeda (sadel) bisa menyebabkan mati rasa yang bisa merusak ereksi.
  • Berhubungan badan setiap hari meningkatkan kesuburan. Faktanya, bisa jadi justru akan mengurangi sperma. Untuk bisa hamil, diperlukan sperma pada masa subur wanita saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda