Scroll to Top

Liga Spanyol: Racing Santander Degradasi dan Hampir Bangkrut Menjelang Ulang Tahun ke-100

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 01 May 2012

Racing Santander

Selasa, 1 Mei 2012 ini Racing Santander berhasil menahan tuan rumah Getafe 1-1 dalam lanjutan pekan ke-36 Liga Spanyol di bawah terik matahari pukul 12.00 siang. Meski demikian, klub Santander tidak perlu meraih apa pun dalam dua pertandingan terakhir Liga Spanyol musim ini.

Los Racinguistas sudah dipastikan terdegradasi setelah hanya mengantongi 26 poin dari 36 pertandingan sejak beberapa pekan lalu. Hal yang sangat menyesakkan bagi tim yang berulang tahun ke-100 tahun 2013 mendatang. Ya, artinya tim Santander akan merayakan 100 tahun berdirinya klub di Segunda Division.

Seandainya ada salah satu pendukung Racing yang memiliki mesin waktu, mungkin ia akan memilih datang sebelum Januari 2011, atau 16 bulan lalu. Di sanalah pangkal masalah klub Santander dimulai. Pebisnis India, Ahsan Ali Syed yang belakangan diketahui merupakan buronan interpol, datang untuk membawa segudang mimpi; dan dua ratus gudang masalah.

Siapa yang tidak terlena oleh pidato, “Kita akan bisa bersaing dengan Real Madrid dan Barcelona” yang diucapkan Ahsan Ali Syed? Racing, yang dalam sembilan tahun mampu bertahan di Primera Division, mungkin mengira klubnya akan berubah layaknya Malaga bersama Syekh Al-Thani.

RaCING Santander 3
Pendukung Racing Santander Mengamuk Saat Dicukur Malaga 3-0

Kenyataannya tidak. Ahsan Ali Syed hanya datang, berjanji, dan menghilang. Sudah setahun tak ada seorang pun direksi Racing Santander yang bisa melacak keberadaannya.

Sudah setahun pula janji palsu lelaki tersebut melayang, terbang tinggi, lalu tak terlihat lagi.

Tahun depan, tepatnya 23 Februari, Racing akan merayakan ulang tahun ke-100 mereka. Pada 1913 lalu, tanggal tersebut menjadi laga perdana mereka di dunia, menghadapi Strong Santander dan kalah 1-2.

Kini, setelah rentang 100 tahun, runner-up Primera Division musim 1930/1931 ini terjun bebas.

36 kali bertanding,  4 kemenangan, 15 hasil seri, dan 17 kekalahan. Mencetak 24 gol dan terbobol 56 kali.

Memiliki pemilik yang tak bisa dilacak keberadaannya, plus tak pernah menang dalam 17 pertandingan terakhir.

Bahkan dengan kondisi keuangan carut-marut setelah ditinggal Ahsan Ali Syed, keikutsertaan Racing Santander musim depan di Segunda Division, sangat terancam. Sebuah catatan pilu untuk klub yang berusia seabad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda