Scroll to Top

Bionic Eye Bantu Orang Buta Untuk Melihat

By Ditya / Published on Thursday, 03 May 2012

Bionic Eye

Pertama kalinya di kehidupan nyata, setelah melalui penelitian dan percobaan, akhirnya orang yang benar-benar buta dapat dikembalikan penglihatannya menggunakan retina elektronik.

Dua orang buta asal inggris, Chris James dan Robin Millar mampu melihat cahaya setelah keduanya melakukan operasi di dua tempat, yaitu Oxford University Hospitals NHS Trust dan rumah sakit King College di London.

Seperti yang dikutip dari TGDaily, retina elektronik tersebut dijuluki “Bionic Eye” atau “Mata Bionik” yang telah dikembangkan oleh implan retina dari Jerman.

Penelitian dan pengembangan retina elektronik Bionic Eye ini memakan waktu 2 tahun yang kemudian dilakukan uji coba di laboratorium.

Para penerima retina elektronik ini memiliki perangkat portabel yang dapat digunakan sehari-hari meski alat itu sedang dilakukan uji coba di Jerman dan China.

James dan Millar menderita pigmentosa retinis, penyakit warisan yang mempengaruhi 1 dari 4000 orang eropa yang memperburuk deteksi cahaya oleh sel-sel retina dari waku ke waktu.

Retina elektronik Bionic Eye ini bertujuan menggantikan sel-sel yang hilang di retina dengan 1500 detektor cahaya kecil elektronik yang ditanamkan dibawah retina dan memberikan sinyal elektronik ke saraf optik dan otak.

Retina elektronik Bionic Eye ini memiliki perangkat pengontrol yang terletak di belakang telinga pengguna.

“Apa yang membuat Bionic Eye unik adalah semua fungsi retina diintegrasikan pada chip yang memilki 1500 dioda yang dapat merasakan cahaya dan elektroda kecil yang merangsang saraf untuk membuat gambar pixellated,” kara Robert MacLaren, profesor ophthalmology di universitas Oxford.

Chris jame, 54 tahun, mengalami kebutaan pada mata kirinya sejak tahun 2003 dan penglihatannya kian memburuk dari waktu ke waktu.

Dengan implan Bionic Eye pada mata kirinya, kini Chris James mampu mengenali benda-benda dan penglihatannya terus membaik.

Retina elektronik ini cocok sebagai pengobatan standar untuk pasien retinitis pigmentosa, namun tidak cocok untuk penyakit yang mempengaruhi saraf optik seperti glukoma.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda