Scroll to Top

Google+ : Media (Anti) Sosial?

By Aisyah Indarsari / Published on Thursday, 14 Jul 2011

google-plus-invitePeluncuran Google+ dalam dunia media sosial akhir-akhir ini makin mendapat perhatian masyarakat luas. Akan tetapi, dengan alasan masih dalam masa percobaan, beberapa waktu yang lalu Google+ membatasi pengguna baru yang akan bergabung khusus berdasarkan undangan (invitation) saja. Jika Anda saat ini belum mendapat undangan untuk bergabung ke Google+, mungkin harus sedikit bersabar. Hal inilah yang menyebabkan munculnya parodi yang berkembang diantara para pengguna layanan media sosial lainnya, yaitu Google+ adalah media anti sosial.

Sebenarnya sudah pasti Google+ tidak bermaksud untuk menjadi eksklusif, dengan pengguna hanya dari kalangan terbatas. Jelas-jelas dikatakan pada website plus.google.com, bahwa Google+ masih berupa proyek beta. Tidak ada salahnya suatu produk yang diluncurkan ke pasar untuk melakukan tes trial and error dulu kan? Tujuannya pun nantinya untuk kenyamanan para penggunanya. Dan hal ini terbukti, dalam beberapa laporan dikatakan bahwa dalam jangka waktu percobaan ini telah ada beberapa perbaikan pada Google+ yang didasarkan pada feed back dari para pengguna terbatasnya.

Google+ memang memberikan kesempatan para pengguna baru untuk bergabung dengan cara memberikan alamat e-mail mereka di websitenya, dan untuk kemudian menunggu kabar berikutnya. Akan tetapi, karena banyaknya pecinta media sosial yang sudah tidak sabar ingin segera mencoba pengalaman ber-Google+ tetapi tidak dapat segera mewujudkannya, akhirnya muncullah istilah anti sosial itu.

Walaupun pengguna Google+ masih hanya sebatas pengguna sesuai undangan saja, menurut analis dari Paul Allen, pendiri ancestry.com seperti yang dikutip dari afterdawn.com, pengguna media sosial Google+ akan mencapai 20 Juta hingga akhir pekan ini. Menakjubkan! Dengan menggunakan analisis berdasarkan nama keluarga (surename), Allen menggunakan data Biro Sensus Amerika Serikat tentang popularitas nama belakang (last name) dan membandingkannya dengan pengguna Google+ yang memiliki nama belakang yang sama. Lebih lanjut Allen menggunakan 100 sampel dari 200 nama keluarga untuk memperkirakan total persentasi dari penduduk Amerika yang telah terdaftar di Google+. Ia kemudian menggunakan angka tersebut untuk menghitung rasio antara pengguna dari Amerika Serikat dan dari luar Amerika Serikat (yang kemudian diketahui 1 berbanding 2,12) untuk menghitung perkiraan jumlah pengguna Google+ di seluruh dunia. Dan 20 Juta adalah perkiraan hasilnya.

Jadi sebenarnya siapa saja yang diundang? Bagaimana caranya agar bisa diundang? Inilah yang sedang marak di forum media online saat ini. Banyak orang yang berusaha mencari tahu siapa dan bagaimana caranya agar bisa diundang. Jika sampai tulisan ini di terbitkan ternyata Google+ masih belum terbuka untuk umum, dan Anda ingin bergabung, silahkan berikan alamat e-mail Anda, saya akan coba membantu mengundang Anda. Akan tetapi, pastikan sebelumnya Anda sudah memiliki akun Gmail atau Google. Selamat datang di dunia Google+!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda