Scroll to Top

Mampukah Google+ Bertahan Dengan Pengguna Awal

By Aisyah Indarsari / Published on Friday, 15 Jul 2011

google-plus-featuresPagi ini (15/7), Larry Page – CEO Google, mengeluarkan pengumuman resmi melalui akun Google+ nya tentang beberapa kemajuan yang telah dicapai Google pada umumnya, dan Google+ pada khususnya. Salah satunya adalah membenarkan rumor yang beredar sebelumnya, yaitu bahwa pengguna Google+ memang telah melampaui sepuluh juta pengguna.

Jika demikian, pertanyaan selanjutnya adalah mampukan Google+ bertahan dengan prestasinya tersebut? Apakah Google+ akan terus mengalami kenaikan pengguna dalam jumlah yang kurang lebih sama, atau mungkin justru akan mulai mengalami penurunan?

Prestasi Google+ dalam merekrut pengguna yang begitu luar biasa jumlahnya hanya dalam tempo dua minggu sejak peluncurannya ini bukan tanpa pengorbanan. Dengan kegagalannya pada produk Google serupa sebelumnya, Google Buzz misalnya, membuat Google banyak melakukan riset tambahan hingga menggunakan jasa ahli teknologi desainer terkemuka seperti Andy Hertzfeld (salah satu anggota tim Apple Macintosh), seperti informasi yang dikutip dari bokardo.com.

Ditambah lagi dengan mulai stagnan nya pengguna media sosial rival seperti Facebook, dan keinginan para pengguna untuk mengeksplorasi sesuatu hal yang baru, jadilah momen ini milik Google+.

Lebih lanjut menurut mashable.com, berdasarkan analisis dari analis sosialnya, Ben Parr, Google+ didominasi oleh pengguna awal (early adopters). Dan sebagaimana diketahui, pengguna awal bukan peramal yang terbaik untuk menentukan kesuksesan sebuah jaringan sosial. Karena menurut teori technology adoption lifecycle, pengguna awal suatu produk biasanya merupakan orang–orang yang tidak takut untuk selalu mencoba hal–hal yang baru, termasuk teknologi baru, dan tidak takut resiko. Dan jumlahnya biasanya hanya berkisar 16% saja dari populasi orang yang menerima teknologi baru tersebut. Atau bisa dikatakan, mereka hanya coba–coba, bukan calon pengguna setia. Jika suatu saat ada teknologi atau platform baru lagi, mereka akan beralih kesana, begitu seterusnya.

Sebagai bahan perbandingan, masih menurut Ben Parr, antara Facebook dengan Google+. Baru–baru ini Zuckerberg mengumumkan jumlah penggunanya mencapai 750 juta, dan merasa Facebook telah berada dalam masa kritis. Mari kita asumsikan, jumlah tersebut adalah jumlah potensial pengguna yang mengadopsi jasa media sosial, jika kita berhitung secara kasar, kurang lebih 16% yang dianggap pengguna awal adalah kurang lebih 120 juta. Angka yang masih cukup jauh dibandingkan pengguna Google+ yang masih sepuluh juta an kan?

Bagaimana menurut Anda? Apakah Google+ akan terus bertahan? Apakah Anda sudah menambahkan teman, saudara, ataupun bahkan pacar Anda ke Circle Anda? Atau akun Google+ Anda masih sepi–sepi saja? Saran saya, jangan buru–buru meninggalkan akun Facebook atau Twitter Anda. Karena perjalanan Google+ masih panjang untuk diklaim menjadi media sosial paling hebat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda