Scroll to Top

PSSI: Kongres FIFA Tidak Bahas Dualisme Kepengurusan Indonesia

By Agus Prasetyo / Published on Friday, 25 May 2012

PSSI FIFA

Melalui situs resminya, PSSI mengungkapkan bahwa masalah dualisme kompetisi di Indonesia tidak menjadi agenda untuk dibahas dalam konggres tahunan FIFA di Budapest Hongaria, 23 hingga 27 Mei 2012.

“Banyak ketua federasi dari berbagai negara mengucapkan selamat kepada saya, karena persoalan Indonesia tidak diagendakan dalam konggres tahunan FIFA kali ini,” ujar Ketua Umum Djohar Arifin Husin seperti yang dilasir PSSI.

Menurut Djohar Arifin, FIFA melihat dengan jelas niat baik Indonesia untuk menyelesaikan persoalan internalnya sendiri.

Dengan demikian PSSI dianggap dapat menyelesaikan semua dinamika yang ada melalui mekanisme internal.

“Ini merupakan langkah maju di tengah upaya PSSI melakukan pembenahan ke dalam,”ungkap Djohar.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin juga menegaskan kepada Presiden FIFA Joseph Blatter bahwa Indonesia berada di garis terdepan dalam upaya pemberantasan semua jenis judi dan mafia dalam sepakbola.

“Presiden FIFA memuji sikap tegas PSSI dalam kaitan pemberantasan semua jenis judi di sepakbola. FIFA mengakui berbagai bentuk perjudian telah merusak prinsip moral sepakbola. Karena itu semua bentuk judi dalam sepakbola harus diperangi,” ungkap Djohar Arifin pada pertemuan informal kongres FIFA.

Dalam pertemuan pra kongres antar benua kemarin, AFC bersama anggotanya membicarakan berbagai isu menarik yang akan diajukan sebagai agenda sidang mulai Kamis (24/5/12).

Di antaranya usulan perubahan Statuta FIFA, termasuk di dalamnya keinginan mencalonkan anggota exco wanita. Dengan demikian keterwakilan persepakbolaan wanita benar-benar terwakili di exco FIFA.

Usulan lain yang juga disiapkan AFC adalah soal kewenangan yang lebih luas kepada komite audit dan complience committee (Komite Pelaksana), judicial bodies (Badan Peradilan), ethics committee (Komite Etik) dan berbagai usulan penting lainnya.

Indonesia sangat mengharapkan bahwa kongres tahunan FIFA 2012, menjadi titik tolak pembenahan menyeluruh sepakbola Indonesia yang kini sudah berada di jalur yang benar.

“Yang membanggakan kita, Presiden FIFA menaruh perhatian tinggi terhadap perkembangan sepakbola Indonesia,” kata Djohar Arifin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda