Scroll to Top

Kisah Ibai, Bocah Penggemar Athletic Bilbao dan Carles Puyol Sang Pemersatu Catalan dan Basque

By Fitra Firdaus / Published on Sunday, 27 May 2012

Barcelona

Ibai, anak berusia 8 tahun penggemar Athletic Bilbao mungkin akan menitikkan air mata menyaksikan klub kebanggaannya takluk oleh Barcelona di final Copa del Rey 2012. Namun, tangis itu mengering ketika melihat Carles Puyol, kapten Barcelona yang menyatukan Catalan dan Basque.

Tidak ada tahun yang paling mendebarkan bagi rakyat Baque —dalam belasan tahun terakhir— selain tahun ini. Klub kebanggaan mereka, Athletic Bilbao, mampu menembus dua final dalam dua ajang berbeda. Europa League dan Copa del Rey. Barangkali, semangat mereka menanti klub pujaan mengangkat piala, lebih daripada ketika Bilbao merayakan gelar La Liga dan Copa del Rey tahun 1984.

Ibai, bocah berusia 8 tahun —yang belum mengenal kapan terakhir kali rakyat Basque bersuka cita seperti ini— pun merasakan getaran yang sama. Rasanya memang berat, ketika Bilbao ditaklukkan Atletico Madrid 3-0 di Europa League. Namun, masih ada satu harapan, menjuarai Copa del Rey andai menang dari Barcelona.

Lionel MEssi

Berangkatlah Ibai dan sang ayah ke Vicente Calderon. Tak lupa, dibawanya ikurrina, bendera Basque sebagai bukti rasa cinta untuk klub. Bukan ikurrina biasa. Sama sekali bukan. Ikurrina milik Ibai ini sudah melintas negara; menjadi salah satu saksi bisu kala perjuangan gagah berani Athletic mampu menekuk klub setangguh Manchester United 2-3 di Old Trafford. Hati kecil Ibai pasti berharap, ikurrina ini akan berkibar lagi di Vicente Calderon.

Namun, musim fantastis Bilbao harus berakhir menyakitkan. Kerinduan mereka mencari gelar, berlanjut. Barcelona terlalu tangguh. Dua gol Pedro Rodriguez dan satu dari Lionel Messi sudah cukup memastikan klub Catalan memang 3-0 atas kubu San Mames.

2 Barcelona vs Athletic Bilbao 3-0

Air mata pasti mengalir, itu pasti. Empat tahun lalu, ketika Ibai belum terlalu mengenal sepakbola, klub yang sama pula yang menaklukkan Bilbao di ajang serupa. Namun, kepala harus tegak. Tak ada waktu untuk berkubang dalam kepedihan. Dan itu semua, karena seorang Carles Puyol.

Kapten Barcelona, memang tak bermain dalam pertandingan itu. Namun, pria penuh kharisma, menunjukkan apa yang harus dimiliki seorang pesepakbola. Dalam perayaan kemenangan Barcelona, Puyol tak lupa membawa ikurrina beserta bendera Catalan. Dan ikurrina itu bukan ikurrina biasa, melainkan ikurrina milik Ibai! Ya, milik anak berusia delapan tahun yang memandang bangga kepada sang kapten.

Carles Puyol
Carles Puyol dan Ikurrina (bendera Basque) milik Ibai

Namun, cerita belum usai. Puyol tak mengetahui ikurrina itu milik siapa. Sebaliknya, Ibai mulai menangis karena ikurrinanya tak jua kembali. Pertandingan sudah usai, dan semua orang akan pulang.

Sang ayah, seperti kebanyakan pria Basque, percaya tak ada yang tak mungkin. Di antara keriuhan, didekatinya bus Athletic dan mengirimkan pesan kepada sang sopir bus. Memahami maksud ayah Ibai, sopir bus Athletic pun bertukar kata dengan sopir bus Barcelona untuk kemudian mengirimkan sinyal kepada Puyol.

Melewati barikade polisi, akhirnya Ibai dan ayahnya bertemu Puyol. Hati ibai masih berkecamuk. Apakah Puyol masih membawa ikurrina miliknya? Tidakkah bendera ini ditinggalkan di loker, atau diberikan kepada fans Bilbao yang lain?

Begitu sang kapten turun dari bus dengan ikurrina di tangan, wajah Ibai berubah ceria. Itu ikurrinanya. Tak ada yang lebih berharga daripada benda itu. Puyol, mengetahui perjuangan sang anak demi mendapatkan benderanya kembali, mencium dan memeluk Ibai.

Carles-Puyol
Carles Puyol dan Ibai

Mata Ibai masih berkaca-kaca ketika para wartawan mengerumuninya. Namun, senyumnya telah terkembang. Ikurrina ada di genggaman tangan, dan Carles Puyol, kapten Barcelona tak perlu mengucap kalimat apa pun untuk mengajarkan arti persahabatan dan sportivitas dalam sepakbola.

Masih ada musim-musim panjang ke depan. Dengan skuad Athletic Bilbao yang didominasi para pemain muda, suatu saat nanti akan tiba saatnya Ibai berteriak gembira sambil melambaikan ikurrinanya. Dan kala saat itu tiba, Ibai pasti akan mengenang Puyol, sang pemersatu Catalan dan Basque.

(Terjemahan artikel Javier Gascon dari Mundo Deportivo; dengan beberapa perubahan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda