Scroll to Top

Joselu Sanmartin, Jese, dan Alvaro Morata: Trio CR7-Higuain-Benzema dari Real Madrid Castilla

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 31 May 2012

Real Madrid B (2)

Real Madrid memiliki Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain, dan Karim Benzema sebagai juru gedor di lini depan. Tak mau kalah, Real Madrid B atau Castilla, mempunyai trio pula: Joselu Sanmartin, Jese, dan Alvaro Morata.

Siapa yang menjadi penyelamat Real Madrid dalam menguasai Liga Spanyol musim 2011-12? Jika dilihat dari urusan mencetak gol, trio Cristiano Ronaldo-Gonzalo Higuain-Karim Benzema adalah orangnya. Ketiganya mampu mengoleksi 89 gol dalam 38 pertandingan yang digelar Los Blancos.

Ronaldo yang paling subur. Ia menjebol gawang lawan 46 kali, hanya selisih 4 gol dari sang top skorer La Liga, Lionel Messi. Gonzalo Higuain ada di posis kedua dengan 22 gol hanya dalam 2785 menit. Sementara, Karim Benzema meski duduk di posisi tiga dengan 21 gol, menyumbangkan 7 assist hanya di kompetisi domestik.

Nah, para junior mereka, yang sebenarnya hanya berbeda 1-4 tahun, tak mau kalah bersaing. Ya, juru gedor Real Madrid Castilla musim ini begitu garang mengoyak gawang lawan untuk mengantarkan Real Madrid B menembus final Segunda Division yang akan digelar pada 2 Juni 2012 mendatang.

Joselu
Joselu

Yang terproduktif adalah Joselu Sanmartin. Pemain berkostum 9, mampu mengoleksi 19 gol di babak penyisihan grup dan 3 gol di semifinal play-off. Total 22 gol jelas sebuah masa depan cerah semestinya, untuk pemain berusia 22 tahun.

Alvaro Morata
Alvaro Morata

Berikutnya, tak kalah mengilap, ada nama Alvaro Morata. Pemain yang sempat dijanjikan akan masuk skua utama Real Madrid musim ini, mampu mengoleksi 14 gol di babak penyisihan grup, dan 2 di semifinal play-off. 16 gol adalah angka yang menakjubkan untuk pemain yang akan berusia 20 tahun pada 23 Oktober nanti.

Jese
Jese

Terakhir, Jese menjadi pencetak gol terbanyak paling pamungkas dari Castilla. Bernomor punggung 10, pemain yang posisinya adalah winger, mencetak 9 gol di babak penyisihan grup dan 1 gol di semifinal play-off. Si angka 10, berusia 19 tahun, mencetak 10 gol.

Kesaktian trio Real Madrid B ini bisa dilihat dari babak semifinal play-off ketika tim mereka berhadapan dengan Cadiz. Dari 8 gol yang bersarang ke gawang Cadiz, 6 di antaranya berasal dari trio junior.

Bicara masa depan, inilah yang menjadi kendala. Dengan formasi 4-2-3-1 Real Madrid, yang hanya memakai satu penyerang tunggal, trio ini akan kesulitan menembus tim senior. Kalaupun ada, butuh waktu lama. Sebuah celah pun bukan tidak mungkin diterjang, pindah ke klub lain seperti halnya para pemain Real Madrid B enam-tujuh tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda