Scroll to Top

Masalah Mental Hantui Bayi yang Lahir Prematur

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 05 Jun 2012

bayi

Bayi lahir prematur ternyata memiliki risiko yang serius terhadap kesehatan mentalnya. Penelitian yang termuat dalam The Archives of General Psychiatry menungkapkan, jenis penyakit mental yang mungkin dialami bayi prematur saat sudah besar yaitu depresi, bipolar disorder, dan psikosis. Risiko ini dimungkinkan menjadi tinggi saat penanganan bayi prematur asal-asalan.

Peneliti dari Institute of Psychiatry di King’s College London dan Karolinska Institute di Swedia mengatakan, peluang bayi lahir normal yang mengalami masalah mental perbandingannya dua di antara 1.000 bayi prematur yang ada.  Dan, bayi yang lahir sebelum minggu ke 36 risikonya empat dari 1.000 bayi prematur. Sementara itu, bayi yang lahir sebelum minggu ke 32 risikonya enam dari 1.000 bayi prematur. Artinya, semakin dini bayi lahir, kemungkinan terkena masalah mental lebih besar.

Dari pantauan peneliti terhadap 10.523 orang yang terkena psychiatric disorder, ada 580 orang yang lahirnya dahulu secara prematur.

Dengan temuan ini, peneliti menyarankan agar ibu hamil memerhatikan berbagai faktor yang bisa menimbulkan kelahiran prematur. Hasil ini bukan untuk ditakuti, namun dijadikan bentuk kewaspadaan bagi ibu hamil atau yang sudah melahirkan bayi prematur.

“Kecenderungan bayi lahir prematur mengalami kerentanan lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan psikiatri dan karena itu para orang tua harus lebih peduli dengan hal ini serta memonitor tanda-tanda awal atau berikutnya dari masalah yang lebih serius,” kata dr Chiara Nosarti, salah seorang peneliti, seperti dikutip Tempo dari BBC Health.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda