Scroll to Top

Amazon, Facebook Dan Dropbox Gunakan SSD Untuk Gantikan Hardisk Di Data Center

By Ditya / Published on Thursday, 14 Jun 2012

Fasilitas Data Center

Sejumlah perusahaan internet besar seperti Dropbox, Facebook dan Amazon dikabarkan akan menggunakan media SSD (Solid State Drive) dan menggantikan hardisk yang saat ini digunakan di data center mereka.

Solid State Drive (SSD) adalah media penyimpanan yang berfungsi seperti hardisk yang menggunakan chip flash sebagai medianya.

Apa kelebihan SSD ini dibanding hardisk hingga menarik banyak perusahaan besar seperti Facebook, Dropbox, Amazon dan Microsoft?

SSD memiliki banyak kelebihan dibanding hardisk seperti kecepatan baca dan tulis yang super cepat, ukuran yang lebih ramping dan ringan dan lebih hemat daya.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki SSD, jelas perusahaan besar akan segera beralih menggunakan SSd untuk media penyimpanan di data center mereka.

Google, sang raksasa mesin pencari sudah lebih dulu menggunakan SSD untuk menggantikan hardisk secara bertahap di data centernya, kemudian disusul Microsoft, Mozilla, Wika dan kini diikuti Amazon, Facebook dan Dropbox.

“Mereka menangani file-file dan meta data yang tersimpan di Dropbox, dimana Anda dapat berbagi dan merevisi semua data Anda di sana. Pada sisi meta data itulah diperlukan kinerja tinggi pada database dan SSD adalah salah satu solusinya,” kata Kevin Modzelewski, insinyur perangkat lunak Dropbox.

Situs jejaring sosial populer, Facebook, juga dikabarkan mulai beralih menggunakan SSD sebagai media penyimpanan di data centernya.

Kinerja SSD yang sangat cepat dan jauh melebihi kinerja hardisk ini sangat diperlukan Facebook untuk melayani penggunannya.

“Kami ingin dapat melayani pengguna kami dengan cepat dan SSD dapat memberikan performa yang sangat tinggi untuk melayani permintaan pengguna. Ini adalah peningkatan yang signifikan secara keseluruhan bagi pengguna,” kata Frank Frankovsky, pengawas desain hardware Facebook.

Pionir toko online yang terkenal dengan produk tablet Kindle Fire, Amazon, juta turut bermigrasi menggunakan SSD untuk menggantikan hardisk sebagai media penyimpanannya di data center.

Salah satu kelemahan SSD dibandingkan hardisk saat ini adalah harganya, sebuah SSD berkapasitas 300GB harganya $500 sedangkan hardisk dengan kapasitas 3000GB atau sepuluh kali lipatnya hanya seharga $350 saja.

Namun seiring berjalannya waktu, pengguna SSD akan semakin banyak dan harganya juga akan semakin murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda