Scroll to Top

EURO 2012, Twitter, dan Rasisme

By Ibnu Azis / Published on Wednesday, 27 Jun 2012

Duo ashley RasismeEURO 2012, Twitter, dan rasisme. Tiga unsur ini mungkin tidak saling berkaitan. Hanya EURO 2012 dan rasisme yang mungkin berhubungan. Namun bilamana Twitter digunakan sebagai media rasisme?

Nasib naas dialami duo Ashley timnas Inggris: Ashley Cole dan Ashley Young. Punggawa Chelsea dan Manchester United ini harus ketiban sial mendapat perlakuan rasis seorang pengguna Twitter yang bernama @Lapwnage.

Akun ini – sudah tak bisa diakses – dengan sangat kasar dan terang-terangan menghina dua pemain Inggris berkulit hitam tersebut. Bahkan akun tersebut menyamakan dua pemain ini dengan monyet.

Peristiwa ini sendiri bermula saat Ashley Cole dan Ashley Young gagal melakukan eksekusi tendangan pinalti saat babak perempatfinal EURO 2012 Inggris melawan Italia. Akibatnya, Inggris harus tersungkur dan melupakan mimpinya ke babak semifinal dengan skor akhir 2 – 4.

Tak perlu menunggu lama, duo Ashley ini akhirnya menjadi bulan-bulanan akun @Lapwnage di Twitter. Beberapa kali tweet bernada rasial dituliskan @Lapwnage dan menghujat tanpa henti dan hingga membuat FA (PSSI-nya Inggris) turun tangan.

Bukan kali ini saja perlakukan rasial diterima pemain dan menggunakan media Twitter sebagai alat rasialisme. Bulan Maret silam Liam Stacey harus dibui hampir dua bulan (56 hari) akibat kasus rasisme pada pemain tengah Bolton Fabrice Muamba.

Lantas apakah kasus seperti ini akan terus berulang dan berulang? Bisa jadi demikian. Twitter memiliki efek dahsyat baik manfaat maupun mudaratnya. Dan itu berlaku pula dalam penggunaannya di dunia sepakbola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda