Scroll to Top

Jokowi Menang di Quick Count Pilkada Jakarta, Partai Lain Mendekat?

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 13 Jul 2012

jokowi 5

Keberhasilan Jokowi – Ahok memenangi Pilkada Jakarta versi hitung cepat, membuat peta politik berubah. Ada indikasi partai yang mendukung calon lain di putaran pertama, mungkin saja mengalihkan suara kepada pasangan ini.

Pengumuman pemenang Pilkada Jakarta memang masih seminggu lagi. KPU DKI Jakarta akan merilis data tersebut pada Jumat 20 Juli 2012 mendatang. Namun, dari hasil quick count berbagai lembaga survey, terlihat bahwa pasangan Jokowi-Ahok berhasil memperoleh sekitar 41 hingga 43% suara.

Jumlah ini mengungguli lima pasangan lain, termasuk Foke-Nara yang ada di posisi kedua dengan rataan 33 hingga 34% suara.

Keadaan ini memunculkan pertanyaan, kemana larinya suara untuk pasangan lain pada putaran kedua Pilkada Jakarta mendatang —sambil menunggu dikabulkan atau tidaknya pengajuan uji materi terhadap UU No. 29 Tahun 2007 —.

Dengan asumsi perolehan suara Jokowi-Ahok di putaran kedua sama seperti putaran pertama, pasangan ini hanya membutuhkan sekitar 8 hingga 9% suara untuk memenangi Pilkada. Kesempatan ini akan dapat diraih andai Jokowi-Ahok mampu menggaet suara pemilih Hidayat-Didik yang mencapai 11,5%. Tanda-tanda ke arah ini, meski samar, sudah dapat sedikit diraba.

Sinyal ‘samar’ itu didapatkan dari PKS yang pada putaran pertama mengusung Hidayat-Didik.  Hidayat Nur Wahid sendiri, seperti dilansir beberapa media, tidak merasa canggung untuk berkoalisi entah dengan PDIP (Jokowi) atau dengan Demokrat (Foke). Hidayat sendiri lebih mendukung cagub yang memiliki visi perubahan ke arah yang lebih baik bagi Jakarta.

Sementara itu, PAN yang dalam putaran pertama kemarin mendukung Foke-Nara, bukan tidak mungkin juga ikut bergerak. Seperti dilansir TEMPO, Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiharto pada Jumat 13 Juli 2012 menyatakan saat ini ada tiga opsi bagi PAN. Pertama, tetap bertahan mendukung Foke-Nara. Kedua, beralih pada Jokowi-Ahok. Dan ketiga, membebaskan kader memilih.

Di satu sisi Bima menyebutkan, tidak etis jika PAN mengubah pilihan. Namun, di sisi lain, ia juga menyentil bahwa dukungan untuk Jokowi terus bertumbuh.

(Kompas/TEMPO)

Foto: jakartapress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda