Scroll to Top

Seberapa Besarkah Alam Semesta Kita?

By Baihaki / Published on Thursday, 26 Jul 2012

alam semesta

Apakah Anda pernah membayangkan luas dari alam semesta? Ketika melihat ke langit, kita bisa mengetahui bahwa angkasa menyimpan banyak misteri, banyak benda angkasa yang bertebaran. Dan, para peneliti luar angkasa pun memperkirakan bahwa terdapat triliunan galaksi yang berjarak miliaran tahun cahaya selain Galaksi Bima Sakti. Itupun hanya alam semesta yang tampak. Bagaimana dengan yang tidak terlihat?

Kita bisa saja membuat sebuah pendekatan serupa dengan cara menghitung seberapa luas bumi kita ini. Memang dikatakan bahwa bumi memiliki bentuk seperti bola. Namun, apakah Anda pernah melihat lengkungan saat memandang sekitar? Bahkan dari puncak gunung Mauna Kea yang tampak di atas, tidak terlihat sama sekali lengkungan bumi. Semua masih terlihat datar.

Dan lagi, permukaan bumi bukanlah permukaan yang rata. Beberapa tempat di Bumi memiliki cekungan yang dalam. Bahkan terdapat beberapa lainnya yang menjulang tinggi.

Pada tahun 1948, terdapat usaha penghitungan luas bumi yang dilakukan oleh para peneliti. Mereka pun mengambil gambar dari angkasa dan menggabungkannya menjadi satu. Namun, metode tersebut kurang tepat. Dengan adanya jarak antara kamera dan ruang hampa udara, bisa jadi terdapat distorsi dalam gambar.

Dan, sebenarnya terdapat cara yang bisa menghitung ukuran aktual dari bumi. Metode tersebut memakai geometri. Caranya pun mudah, yakni dengan menghubungkan tiga lokasi di Bumi dan menggambar segitiga yang menghubungkat tiga titik tersebut.

Dan, menurut ilmu matematika, semua sudut yang dimiliki segitiga kalau dijumlahkan sama dengan 180 derajat. Berhubung bentuk Bumi melengkung, maka sudut yang dihasilkan tentunya lebih dari 180 derajat. Dengan mengetahui jarak antar tiga titik, maka Anda bisa mengetahui keliling dari Bumi.

geometri-bumi

Lalu, bagaimana cara mengimplementasikan metode tersebut ke angkasa yang sangat luas? Pertama, kita bisa menggunakan eksperimen BOOMERanG yang dilakukan pada akhir tahun 1990-an.

boomerang

Dengan menggunakan dua metode tersebut, kita bisa mengetahui secara jelas berapa ukuran dari alam semesta. Dan, dikutip dari Scienceblogs, hasil pengukuran tersebut menyebutkan bahwa alam semesta memiliki radius paling tidak 150 kali dari bagian angkasa yang saat ini terlihat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda