Scroll to Top

Amankah Berpuasa Saat Hamil?

By angelberta / Published on Sunday, 31 Jul 2011

puasa saat hamilSebuah kehidupan yang tumbuh dalam rahim tergantung pada diri si ibu. Apabila seorang ibu kelaparan, maka bayi juga akan kelaparan. Jika ibu mengkonsumsi makanan sehat, bayi juga akan sehat.

Namun apa yang terjadi ketika wanita hamil dihadapkan pada dua pikiran : apakah akan berpuasa selama kehamilan atau tidak?

Dalam agama Islam, berpuasa selama bulan Ramadhan adalah hal yang wajib dan sangat religius. Keyakinan agama membuat hamba-hamba mematuhi nilai-nilai puasa.

Islam memiliki alasan untuk perempuan dari puasa, jika mereka berada dalam tahap kemajuan kehamilan, di mana puasa bisa berbahaya bagi ibu dan bayi. Dalam Islam juga tidak memperbolehkan para wanita menjalankan puasa ketika mereka sedang masa menyusui dan yang sedang haid.

Janin yang tumbuh dalam rahim sangat menggantungkan diri pada ibunya untuk memperoleh protein, nutrisi dan vitamin. Hal ini menyarankan bahwa perempuan tidak harus berpuasa selama trimester pertama dan ketiga.

Mereka bisa menjalankan puasa Ramadhan selama trimester kedua mereka, itupun harus ada ijin dari dokter kehamilan. Dokter kandungan atau ginekolog adalah orang yang tahu betul tentang kesehatan dan kondisi kesehatan yang sangat baik.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar layanan kesehatan tidak setuju dengan puasa untuk jangka waktu lebih lama jika Anda sedang hamil. Meskipun puasa jangka pendek dapat dipraktekkan.

Bagaimana kalau tetap ingin berpuasa? Apakah ada efek selama kehamilan?

Tidak ada salahnya wanita hamil menjalankan puasa saat Ramadhan, namun ini tetap beresiko. Banyak perempuan yang memilih untuk berpuasa di bulan Ramadhan, bahkan jika mereka sedang hamil.

Berlatih puasa dapat menimbulkan efek yang akan merugikan bayi Anda. Baik untuk efek jangka pendek maupun efek untuk jangka panjang dari berpuasa selama kehamilan.

Berpuasa selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko wanita untuk kelahiran prematur. Wanita hamil yang mengalami mual dan muntah ekstrim selama trimester pertama tidak harus mempertimbangkan puasa.

Puasa pada masa kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan janin, membawa risiko tertentu untuk bayi yang belum lahir seperti gerakan pernapasan abnormal, berat badan lahir rendah, dan periode kehamilan berkurang. Juga akan membuka kemungkinan untuk menderita dehidrasi.

Itulah alasan mengapa wanita hamil disarankan agar lebih baik tidak berpuasa. Sebab wanita hamil atau ibu menyusui membutuhkan asupan konstan dari nutrisi penting, vitamin, protein, asam folat, dan mineral yang sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan si jabang bayi.

Mereka perlu memperoleh asupan gizi mereka untuk kesejahteraan diri dan bayi mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda