Scroll to Top

Impotensi dan Kemandulan itu Berbeda

By Ilham Choirul / Published on Monday, 13 Aug 2012

disfungsi seksual

Seringkali impotensi dan kemandulan saling dikaitkan. Ada sebagian orang yang mengatakan, penderita impotensi dianggap turut memiliki masalah pada kualitas spermanya. Sehingga, penderita impotensi kerap divonis tidak mampu menghamili pasangannya. Sebaliknya, pria mandul juga belum tentu menderita impotensi. Dua hal tersebut sebenarnya cukup berbeda.

Dikutip dari Times of India, impotensi berkaitan dengan ketidakmampuan alat kelamin pria untuk ereksi atau tegang saat bercinta. Akibatnya, penis tidak mampu melakukan tugasnya untuk penetrasi. Penyebabnya cukup banyak. Misalnya kolesterol tinggi, efek racun rokok, hingga masalah dengan psikologis. Impotensi, atau sering disebut disfungsi seksual, dari sisi medis sering dikaitkan dengan tidak lancarnya peredaran darah yang menuju penis. Tidak derasnya aliran darah membuat kondisinya sulit tegang.

Impotensi masih bisa diobati sesuai dengan penyebabnya. Misalnya, kalau pemicunya adalah penyakit, maka penderita harus mengatasi penyakit yang dideritanya. Kalau terkait masalah psikologis, mungkin perlu dilakukan konseling agar masalah psikis tidak sampai mengganggu urusan seksual. Pada wanita, disfungsi seksual juga bisa terjadi. Hanya saja, pengaruhnya mungkin terjadi dalam hal pelumasan di vagina yang tidak banyak, sampai sulit orgasme. Salah satu pemicu disfungsi seksual pada wanita adalah diabetes dan masalah psikis.

Sementara soal kemandulan, lebih dipicu oleh ketidakmampuan sel sperma atau sel telur untuk melakukan pembuahan. Baik pria atau wanita, dapat mengalami kemandulan. Penyebabnya juga cukup banyak. Pada wanita, misalnya, kemadulan bisa muncul karena masalah sel telur,fibroid, rahim tidak normal, hingga infeksi di organ rahim.

Di lain sisi, kemandulan pada pria disebabkan oleh jumlah sperma, gerak sperma, hingga morfologi sperma. Ketiga hal itu jika tidak normal mengakibatkan masalah dalam pembuahan. Bisa jadi kelainan tersebut akibat faktor genetik, namun tidak menutup kemungkinan karena dipicu faktor lain. Misalnya racun rokok, suhu tinggi di kantong sperma, atau kurangnya libido.

Jadi, belum tentu orang yang divonis impotensi juga mengalami kemandulan. Dua hal ini mesti dicari solusinya sendiri-sendiri agar tidak mengganggu masalah seksual dan proses mendapatkan keturunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda