Scroll to Top

Masalah Privasi Kembali Menerpa Facebook

By Melissa / Published on Thursday, 04 Aug 2011

tagging-photo-facebook

Dikutip dari AllFacebook, seorang ahli privasi dari Jerman menuduh Facebook menggunakan perangkat lunak dengan sistem pengenalan wajah yang melanggar hukum privasi Jerman dan Eropa.

Facebook menggunakan data biometrik individu yang memungkinkan para penggunanya mencari teman baru setelah menemukan identitas teman tersebut. Fitur yang diperkenalkan pada bulan Juni ini mencocokkan data yang didapat dari foto dengan data yang dikumpulkan dari ratusan pengguna. Dilaporkan bahwa database yang digunakan Facebook mencakup lebih dari 75 miliar foto dengan lebih dari 450 miliar orang yang di-tag di dalamnya. Hal ini dianggap mengganggu privasi seluruh pengguna Facebook.

Johannes Caspar, seorang ahli proteksi data di Hamburg, mengatakan hal ini kepada koran lokal di Jerman:

Jika data pengguna jatuh ke tangan yang salah, data ini bisa saja dipakai untuk membandingkan dan mengidentifikasi siapa pun di dalam foto yang diambil melalui ponsel. Inilah yang paling bermasalah. Program ini mengambil data yang aslinya didesain untuk mengidentifikasi jutaan pengguna.

Juru bicara Facebook menanggapi pernyataan itu melalui The Wall Street Journal:

Kami akan mempertimbangkan poin yang dikatakan oleh Hamburg Data Protection Authority mengenai sistem tag foto kami, namun kami menolak dengan tegas pernyataan yang mengklaim bahwa kami tidak memenuhi kewajiban berdasarkan hukum proteksi data Uni Eropa.

Caspar menuntut Facebook secara tertulis untuk menghapus seluruh data yang terkait dengan perangkat lunak pengenalan wajah. Facebook memiliki waktu hingga tanggal 11 Agustus untuk menanggapi tuntutan hukum ini. Jika Facebook tidak juga merespon, masalah ini akan menyebabkan penduduk Jerman kehilangan akses ke Facebook, dan Facebook juga akan didenda hingga 300,000 euro berdasarkan European Data Protection Directive.

Ini bukan pertama kalinya Caspar bermasalah dengan Facebook. Bulan Juli 2010, Caspar menyelidiki fitur friend finder milik Facebook yang dapat mengimpor e-mail dalam buku alamat milik para penggunanya tanpa pemberitahuan. Bulan Januari kemarin, Facebook setuju untuk memberitahukan para penggunanya dan mengubah fitur tersebut agar menjadi lebih transparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda