Scroll to Top

Stres Jangka Pendek Tingkatkan Kekebalan Tubuh

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 28 Aug 2012

stress

Stres itu bisa berujung baik bagi kesehatan asalkan tidak berlebihan. Stres yang berlangsung dalam jangka pendek dapat merangsang tubuh untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Demikian menurut studi dari Firdaus Dhabhar, profesor psikiatri dan ilmu perilaku, yang juga anggota Institute for Immunity, Transplantation, and Infection.

Temuan tersebut terlihat dalam percobaan pada tikus di laboratorium. Saat tikus diberikan stres ringan, terjadi distribusi besar-besaran sel kekebalan tubuh di dalam aliran darah. Sel kekebalan ini juga mengalir ke daerah kulit dan jaringan tubuh lainnya.

Distribusi sel kekebalan ini, menurut Dhabhar, dipengaruhi oleh hormon yang dipengaruhi kelenjar adrenal. Hormon ini diproduksi dalam waktu dan jumlah yang berbeda seusai mendapatkan rangsangan stres. Kemudian, hormon-hormon tersebut memengaruhi kerja otak untuk mengalirkan sel kekebalan ke seluruh tubuh.

Proses distribusi sel kekebalan dapat berlangsung selama lebih dari dua jam. Distribusi sel secara besar-besaran ini serupa dengan pasien yang habis menjalani tindakan bedah.

Sistem kekebalan tubuh yang baik dapat membuat tubuh mampu menghadapi berbagai serangan berbagai benda asing yang dianggap membahayakan tubuh. Selain itu, kekebalan tubuh dapat menjadi penolong dalam penyembuhan luka, mencegah dan melawan infeksi, dan mememerangi berbagai penyebab sakit pada tubuh. Ibaratnya, sel kekebalan tubuh bagaikan prajurit yang akan membela tubuh dari serangan musuh.

Studi ini dimuat dalam Journal of Psychoneuroendocrinology.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda