Scroll to Top

Kisruh PSSI Dan KPSI Merambat Ke Tim PON

By Agus Prasetyo / Published on Thursday, 06 Sep 2012

Djohar Arifin & La Nyalla

Kisruh PSSI dan KPSI, ternyata telah merambat hingga ke level Tim Sepakbola Pekan Olah Raga Nasional (PON) Riau. Semisal Provinsi Jambi dan Jawa Barat, yang sempat dipusingkan dengan adanya dua tim sepakbola dari dua kepengurusan yang berbeda.

Munculnya dua tim dari masing-masing propinsi tersebut, terkait dengan kisruh sepakbola nasional yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun.

Konflik-konflik yang terjadi di PSSI pusat, kemudian merambat ke kepengurusan daerah termasuk di Jambi dan Jawa Barat.

Pengprov PSSI Jawa Barat saat ini terjadi dualisme, yakni pimpinan Tony Apriliani yang diakui BAORI (Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia) dan didukung KONI, serta pimpinan Bambang Sukowiyono yang ditunjuk PSSI sebagai caretaker ketua Pengprov PSSI Jawa Barat.

Kondisi serupa terjadi di Jambi, dimana ada dua kepengurusan yakni hasil Musdalub Pengprov PSSI Jambi 14 Februari 2012 yang diketuai Bujang Nasril dan Pengprov PSSI lama pimpinan Fachrori Umar.

Rupanya masalah cabang sepakbola PON tidak cuma terjadi pada Jambi dan Jawa Barat. Tim sepakbola Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan juga mengalami kericuhan.

Semua bermula saat Kalsel melaporkan Kaltim ke PSSI, dengan tudingan menggunakan pemain profesional di babak kualifikasi.

PSSI kemudian menjatuhkan sanksi diskualifikasi pada Kaltim. Tidak terima keputusan PSSI, Kaltim mengajukan banding ke Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI).

BAORI kemudian menerima banding yang dilayangkan Kaltim. Kedua provinsi diminta menjalani pertandingan ulang di Pekanbaru Riau, Minggu (2/9/12).

Namun Kalsel menolak datang ke stadion, dengan alasan sudah dinyatakan lolos oleh PSSI dan juga sudah mengikuti drawing PON.

Beberapa fakta di atas adalah sebuah bukti, bahwa Kisruh PSSI dan KPSI memiliki pengaruh yang sangat luas.

Alhasil kisruh ini harus segera diatasi, dengan mewujudkan semangat rekonsiliasi bagi petinggi-petinggi PSSI dan KPSI.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda