Share

smash

Akhir-akhir ini santer terdengar kabar bahwa SMASH akan segera bubar atau malah ganti nama karena konflik yang berhubungan dengan masalah honor. Terkait berita miring ini, Lia Gustantri selaku salah satu pendiri SMASH akhirnya angkat bicara.

Dilansir dari Tabloid Bintang, SMASH memang telah berpindah manajemen dari PT Primatama Starsignal ke pihak orangtua personel SMASH sejak akhir 2011 lalu. Namun rupanya Lia tampaknya tidak rela melepas boyband yang kini sudah terkenal tersebut.

Ketidakrelaan Lia mungkin cukup beralasan, dia mengaku sudah mengeluarkan uang Rp200 juta sebagai modal awal dan Rp24 juta per minggu untuk biaya operasional SMASH, dimana uang tersebut adalah uangnya sendiri. Tak hanya itu, menurut Lia orangtua SMASH sama sekali tidak mengeluarkan uang sedikitpun untuk membiayai perjalanan karir SMASH.

Lia pun lantas mengungkapkan bahwa begitu SMASH menjadi salah satu boyband papan atas di tanah air, orangtua personel seolah ingin merebut SMASH dari Starsignal. Mereka meminta honor SMASH dinaikkan, bahkan menuduh Lia sering bersantai di luar negeri sementara SMASH harus bekerja keras. Padahal Lia sendiri mengaku belum menikmati hasil kerja kerasnya, bahkan belum balik modal sampai saat ini.

“Setelah meledak, orangtua personel meminta bagian SMASH menjadi 60%. Dari sinilah, persoalan  mulai muncul,” ujar Lia. “Ada orangtua yang menuduh, saya sering keluar negeri, sementara anak-anak  SMASH kerja keras. Padahal saya rugi besar punya SMASH. Saya belum menikmati, modal juga belum pulang.”

Entah siapa yang benar dan salah, yang jelas konflik ini cukup mengganggu perjalanan karir SMASH. Lalu bagaimana kira-kira nasib ketujuh personel SMASH nanti?