Scroll to Top

Timnas Indonesia PSSI & KPSI, Bisakah Bersatu?

By Aditya / Published on Saturday, 22 Sep 2012

Timnas Indonesia Suporter

Dualisme Timnas Indonesia memasuki babak baru setelah sejumlah pengurus PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti yang tergabung dalam Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan menggelar rapat kedua di Markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia. Salah satu poin yang dihasilkan dalam rapat tersebut adalah penyatuan Timnas Indonesia yang saat ini ada di dua kubu masing-masing. Bisakah?

Upaya penyatuan Timnas Indonesia sebenarnya sudah diupayakan usai penandatanganan MoU antara PSSI dan KPSI, yang kemudian menghasilkan pembentukan Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan. Namun, lantaran tingginya ego dan adanya ketidaksepahaman masing-masing kubu, pembentukan satu tim Garuda gagal diwujudkan.

Nah, saat ini ada terdapat dua Timnas Indonesia yang sama-sama disiapkan untuk terjun ke ajang AFF Cup 2012 yang akan digelar di Malaysia dan Thailand akhir November 2012 mendatang.

Di satu sisi, Timnas Indonesia bentukan PSSI yang dilatih oleh Nil Maizar dihuni oleh para pemain yang berlaga di kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Di pihak lain, KPSI pun tak mau kalah dengan membentuk Timnas Indonesia tandingan asuhan Alfred Riedl yang diisi oleh para pemain terbaik dari Indonesia Super League (ISL).

Rapat kedua Joint Committee (JC) di Malaysia pada 20 September 2012 kemarin pun menghasilkan kesepakatan bahwa Timnas Indonesia harus hanya ada satu. Dengan kata lain, para pemain terbaik di Indonesia, baik itu dari IPL ataupun ISL harus bernaung di bawah satu timnas.

Masalahnya, kedua kubu punya penafsiran yang berbeda mengenai kesepakatan itu. Pihak PSSI bersikeras bahwa urusan Timnas Indonesia sepenuhnya di bawah penguasaan PSSI. Sedangkan pihak KPSI tetap memilih Joint Committee sebagai pemegang kendali timnas, sedangkan PSSI hanya mengurusi ranah administrasi saja.

Dengan perbedaan pendapat yang masih saja ada itu, apakah impian untuk menyatukan timnas dan membentuk tim Merah-Putih yang solid dan dihuni oleh para pemain terbaik bangsa bisa terwujud? Balada kisah PSSI dan KPSI tampaknya masih akan berlanjut. Kita amati dan tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda